“Pemanfaatan teknologi satelit LEO BuanterOne di seluruh armada PELNI merupakan wujud nyata digitalisasi maritim. Konektivitas yang lebih stabil memungkinkan koordinasi antara kantor pusat dan kru kapal berlangsung cepat dan akurat. Ini bukan semata soal teknologi, tetapi menyangkut keselamatan pelayaran, efisiensi operasional, serta kenyamanan penumpang sebagai prioritas utama kami,” ujar Anik.
Dari sisi teknologi, Chief Sales & Marketing Officer (CSMO) BuanterOne, Budi Santoso, menjelaskan bahwa solusi yang dihadirkan BuanterOne dirancang khusus untuk menjawab kompleksitas operasional sektor maritim nasional.
Layanan tersebut mencakup internet satelit LEO berkecepatan tinggi, sistem pemantauan kapal berbasis Vessel Monitoring System (VMS) dan Automatic Identification System (AIS) untuk memastikan akurasi posisi dan keselamatan navigasi, serta pemantauan on-time performance secara real-time guna menjaga ketepatan jadwal pelayaran.
Baca Juga:KONI Siap Gelar Muskab, Yogi Kurniawan Mencuat sebagai Calon Kuat Ketua KONI IndramayuLayvin Kurzawa Merapat, Persib Diprediksi Tampil Lebih Garang di BRI Super League dan AFC Champions League 2
Selain itu, sistem ini dilengkapi layanan komunikasi suara melalui SatPhone dan VoIP, infrastruktur Wi-Fi kapal, serta out-of-band management yang memungkinkan pengelolaan dan pemeliharaan perangkat dilakukan dari jarak jauh.
“Melalui konvergensi teknologi satelit LEO dan sistem monitoring seperti AIS dan VMS, manajemen PELNI dapat memiliki visibilitas penuh terhadap armada setiap saat. Kami membawa teknologi masa depan ke kapal hari ini untuk mendukung operasional yang lebih aman, efisien, dan terukur,” kata Budi.
Implementasi SisKomKap berbasis satelit ini diharapkan mampu mengoptimalkan proses bisnis PELNI dengan menghubungkan kantor pusat dan armada secara real-time.
Di tengah meningkatnya mobilitas penumpang dan distribusi logistik nasional pada 2026, sistem komunikasi yang andal menjadi prasyarat utama bagi PELNI dalam menjawab tantangan industri maritim 4.0.
Sekaligus memperkuat peran strategis BUMN pelayaran ini dalam menjaga konektivitas dan persatuan wilayah kepulauan Indonesia. (*)
