Skema Baru Haji 2026: Petugas “Veteran” Langsung Disiagakan di Mina!

jamaah haji indonesia
Foto dokumen tibanya jemaah haji embarkasi Surabaya tiba di Bandara Juanda setelah melaksanakan ibadah haji di Tanah Suci, Makkah, Kamis, 12 Juni 2025. Foto: Dok Angkasa Pura.
0 Komentar

JAKARTA, RADARCIREBON.ID- Pemerintah pusat melalui Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) terus melakukan persiapan untuk pelaksanaan haji 2026.

Salah satunya adalah menyiapkan skema baru dalam pelaksanaan ibadah haji untuk tujuan memaksimalkan pelayanan di puncak haji.

Skema baru tersebut adalah: petugas yang sudah pernah haji atau “veteran” akan langsung ditempatkan di Mina.

Baca Juga:Naik di 2026: Penerima KIP Kuliah di Bawah Kemenag Capai 34.653 MahasiswaKMA Terbaru: Penyuluh Agama Islam Bisa Menjabat Kepala KUA, Simak Penjelasannya

Hal tersebut seperti disampaikan Kepala Satuan Operasional (Kasatop) Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna), Harun Al Rasyid.

Ia mengungkapkan skema baru ini merupakan bagian dari strategi penguatan layanan di kawasan Armuzna, khususnya Mina yang menjadi titik krusial pergerakan jemaah.

“Rencana tahun ini, petugas baik dari unsur perlindungan jemaah (linjam) maupun layanan lainnya yang sudah berhaji akan langsung kita tempatkan dari pemondokan di Makkah menuju Mina,” ujar Harun.

Penempatan tersebut, sambung Harun, dilakukan seiring dengan pergerakan jemaah haji dari Makkah menuju Arafah.

Dengan demikian, petugas telah lebih dulu bersiaga di Mina untuk menyambut dan memantau arus jemaah saat bergerak dari Arafah ke Muzdalifah hingga ke Mina.

Masih menurut Harun, langkah ini akan membuat pemantauan dan bantuan kepada jemaah jauh lebih efektif.

“Sehingga pos-pos yang menjadi tanggung jawab petugas PPIH bisa maksimal dalam melakukan pemantauan, peninjauan, dan memberikan bantuan yang dibutuhkan jemaah,” jelasnya.

Baca Juga:ASEAN Para Games 2025 Berakhir, Indonesia Bangga Kibarkan Merah Putih di Posisi Runner UpIndonesia Tuan Rumah FIFA Series 2026, Libatkan 48 Negara: Ini Daftar Lengkapnya

Pada pelaksanaan haji tahun ini, petugas PPIH akan mengisi 10 pos layanan di Mina serta 10 pos di jalur yang dilalui jemaah.

Selain itu, petugas linjam dan petugas lainnya juga akan disiagakan pada Mobile Crisis Rescue (MCR) di kawasan Jamarat, khususnya di lantai atas dan lantai 3 yang terdiri dari 5 pos.

“Jarak antara tenda Mina dengan pos di Jamarat cukup jauh. Karena itu, petugas sudah kita tempatkan langsung di lokasi agar saat jemaah tiba, petugas sudah siap dan tenaga mereka tidak terkuras,” tambah Harun.

Ia menegaskan, pada malam pertama jemaah bergerak dari Muzdalifah menuju Mina lalu menuju Jamarat, potensi kepadatan dan kelelahan sangat tinggi. Kondisi tersebut memungkinkan jemaah membutuhkan pertolongan dengan cepat.

0 Komentar