RADARCIREBON.ID – Aksi perburuan liar di kawasan Gunung Sanggabuana sudah keterlaluan. Salah satu satwa yang menjadi sasaran perburuan adalah macan tutul (panthera pardus melas).
Hal tersebut membuat Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi marah besar. Sosok yang akrab disapa KDM ini mengancam para pemburu liar di kawasan gunung yang menjadi tapal batas Kabupaten Karawang, Purwakarta, Cianjur dan Bogor itu.
“Saya tandai kalian semua,” ancam Kang Dedi Mulyadi yang diposting di media sosial Instagram miliknya. Dia pun tak akan kompromi dengan aksi pemburuan liar tersebut.
Baca Juga:Jenazah Tersangkut di Jembatan Sungai Suranenggala Cirebon, Ternyata Warga SetempatPresiden Venezuela Nicolas Maduro Ditangkap Delta Force, Operasi Mirip di Film Action
Kemarahan KDM itu dilatarbelakangi oleh terungkapnya perburuan liar macan tutul jawa di kawasan Gunung Sanggabuana itu. Para pemburu satwa yang dilindungi tersebut tertangkap kamera trap.
Seperti diketahui, dalam beberapa hari ini beredar video perburuan liar di kawasan gunung tersebut. Dalam video itu terlihat ada sejumlah pemburu. Mereka tampak membawa senjata laras panjang dan menggunakan anjing pelacak.
Dalam video itu juga terlihat jika para pelaku sempat merusak kamera trap. Padahal alat pemantau itu tujuannya untuk mengawasi pergerakan satwa. Terutama macan tutul.
Wajar jika KDM marah besar dengan para pemburu itu. Sebab, wajah mereka terekam dengan jelas. KDM pun berjanji akan memidanakan para pelaku perburuan itu.
Konon aparat penegak hukum sudah mengetahui identitas dan bahkan berhasil menangkap terduga para pelaku. Karenanya KDM sangat mengapresiasi kerja cepat aparat tersebut.
Walau begitu, KDM juga kecewa dengan lemahnya pengawasan di kawasan konservasi. Dia kecewa karena perburuan liar masih terjadi.
KDM pun meminta adanya penguatan personel, dan pengawasan berlapis. Selain itu juga penindakan yang konsisten. Tujuannya agar kejadian serupa tidak terulang.
Baca Juga:TransJakarta Benchmark Pengembangan BRT Trans CirebonKDM Siap Jemput 45 Warga Jabar yang Terjebak Banjir Aceh
Mantan Bupati Purwakarta itu berpendapat, perburuan satwa dilindungi bukanlah tindakan tunggal. Perburuan itu merupakan bagian dari rangkaian perilaku manusia yang merusak keseimbangan alam.
Selain perburuan liar, tandas politisi Partai Gerindra ini, di Jawa Barat, pembabatan hutan dan alih fungsi lahan juga menjadi ancaman serius. Terutama bagi kelangsungan hidup satwa liar.
“Kita ini punya beragam perilaku yang sama-sama merusak alam. Ada yang membabat hutan, ada yang mengalihfungsikan lahan, dan ada pula yang berburu satwa dilindungi,” tandasnya.
