Hari Kelima Pencarian Longsor Cisarua: Dari 50 Jenazah Terevakuasi, 15 Masih Identifikasi DVI

korban longsor
DIEVAKUASI: Dari 50 korban meninggal dunia yang ditemukan, sebanyak 35 jenazah berhasil teridentifikasi, sedangkan 15 lainnya masih dalam proses identifikasi. Foto: Jabar Ekspres
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Bencana longsor di Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) menelan korban jiwa besar. Hingga hari kelima operasi penanganan, jumlah korban meninggal dunia tercatat 50 orang. Dari total tersebut, 35 jenazah telah berhasil diidentifikasi, sedangkan 15 lainnya masih menjalani proses identifikasi.

Incident Commander penanganan bencana longsor Pasirlangu Ade Zakir, menyampaikan bahwa para korban meninggal telah berhasil dievakuasi oleh tim Search and Rescue (SAR) gabungan. Ade menjelaskan bahwa identifikasi terhadap 15 jenazah masih dilakukan oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat sebelum diserahkan kepada keluarga masing-masing.

“Update hari kelima, total korban meninggal dunia sebanyak 50 orang dan seluruhnya sudah berhasil dievakuasi. Dari jumlah itu, 35 jenazah telah teridentifikasi, sementara 15 lainnya masih dalam proses identifikasi oleh tim DVI,” kata Ade dikutip dari Jabar Ekspres, Rabu (28/1/2026).

Baca Juga:Pelindo Regional 2 Cirebon Perkuat Pengawasan Operasional PelabuhanKota Cirebon Segera Tertibkan Kabel yang Semrawut

Selain korban meninggal, tim gabungan masih melanjutkan pencarian terhadap warga yang belum ditemukan. Ade menyebut, hingga hari kelima, 30 orang masih dinyatakan hilang. Angka ini diperoleh setelah dilakukan rekonsiliasi dan pemutakhiran data lintas instansi di posko penanggulangan bencana Pasirlangu, untuk memastikan tidak ada perbedaan laporan antarwilayah dan antarpos layanan.

Berdasarkan pembaruan pendataan, total warga yang terdampak longsor mencapai 158 orang. Dari jumlah tersebut, 78 orang dipastikan selamat. Sementara itu, sebelumnya terdapat 80 warga yang masuk dalam daftar hilang. Ade menerangkan, dari 80 orang yang dinyatakan hilang tersebut, sebanyak 50 akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sehingga menyisakan 30 orang yang masih dalam pencarian.

Dampak longsor juga memaksa ratusan warga meninggalkan rumah dan mengungsi ke tempat penampungan sementara. Tercatat 564 jiwa dari 164 kepala keluarga (KK) mengungsi di dua lokasi. Rinciannya, 306 jiwa ditempatkan di Aula Desa Pasirlangu, sedangkan 258 jiwa lainnya ditampung di GOR Desa Pasirlangu.

Kerusakan permukiman dilaporkan cukup parah. Sebanyak 48 unit rumah mengalami rusak berat, dengan sebaran kerusakan berada di tiga wilayah, yaitu RW 07, RW 10, dan RW 11 di Desa Pasirlangu. Operasi penanganan bencana masih berlanjut, dengan fokus pada pencarian korban hilang, pemenuhan kebutuhan pengungsi, serta pendataan kerusakan untuk tahap rehabilitasi dan rekonstruksi. (jbe)

0 Komentar