RADARCIREBON.ID – Sejumlah sopir angkutan kota (angkot) di Kota Cirebon mengeluhkan banyaknya penumpang yang tidak membayar sesuai tarif resmi.
Mereka berharap Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Cirebon dapat menyediakan selembaran atau stiker tarif yang bisa ditempel di pintu angkot sebagai panduan bagi penumpang.
“Saya berharap bisa mendapatkan stiker daftar tarif dari Organda, supaya penumpang tahu tarif resminya dan bayar sesuai ketentuan,” ujar Asep, sopir angkot trayek D2, kepada Radar Cirebon.
Baca Juga:1 Rombel SMA 50 Siswa, Datangi KCD, BPMS Anggap Tidak Sesuai AturanUGJ Gelar Wisuda, Raih Akreditasi Unggul BAN-PT
Asep menjelaskan, tarif resmi yang berlaku saat ini adalah Rp6.000 untuk penumpang dewasa dan Rp4.000 untuk pelajar serta mahasiswa. Namun, dalam praktiknya banyak penumpang yang membayar di bawah tarif tersebut.
“Kalau penumpang bayar sesuai tarif, penghasilan kami bisa sedikit lebih baik. Sekarang sudah susah, ditambah saingan dari angkutan online,” keluhnya.
Tak hanya soal tarif, Asep juga menyoroti persoalan rute angkot yang tidak sesuai dengan trayek.
Ia meminta Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cirebon turun tangan untuk menertibkan angkot yang mengambil jalur bukan peruntukannya.
“Banyak sopir yang lewat jalur lain yang bukan trayeknya. Misalnya, dari arah utara Kabupaten Cirebon seharusnya lewat Pesisir, tapi malah ada yang lewat Jalan Siliwangi atau Jalan Kebumen. Itu kan bukan jalurnya,” ungkap Asep saat ditemui di kawasan Jalan Perjuangan.
Menurutnya, angkot yang melenceng dari trayek turut berkontribusi pada penurunan jumlah penumpang, selain memang karena semakin maraknya angkutan berbasis aplikasi.
“Saya harap Dishub bisa mengawasi dan menertibkan angkot-angkot yang tidak sesuai jalur. Kalau semuanya tertib, pendapatan kami juga bisa lebih stabil,” pungkasnya. (ade)
