Atap Rumah Ambruk Diterjang Hujan, BPBD Kuningan Salurkan Bantuan Darurat

Desa Ancaran
AMBRUK: Rumah milik Sahroni (68) di Desa Ancaran ambruk hampir di seluruh bagian, mulai dari ruang tamu, kamar tidur, kamar mandi hingga dapur. Foto: BPBD Kuningan 
0 Komentar

KUNINGAN–Musibah rumah ambruk terjadi di Desa Ancaran, Kecamatan Kuningan, Kabupaten Kuningan. Sebuah rumah milik Sahroni (68), dilaporkan mengalami kerusakan parah setelah bagian atap dan rangka kayu penyangga yang sudah lapuk ambruk akibat hujan dengan intensitas sedang.

Kepala Pelaksana BPBD Kuningan Indra Bayu Permana menjelaskan, bahwa rumah berukuran sekitar 6×11 meter tersebut ambruk hampir di seluruh bagian, mulai dari ruang tamu, kamar tidur, kamar mandi hingga dapur.

“Struktur kayu atap rumah sudah dalam kondisi lapuk. Saat hujan turun dengan intensitas sedang, rangka atap tidak mampu menahan beban sehingga terjadi ambruk,” ujar Indra Bayu Permana, Senin (2/2).

Baca Juga:Real Madrid Bidik Bruno Fernandes, Masa Depan Jude Bellingham DipertanyakanRuang Fiskal Desa Terhimpit, Legislator Jabar Hadir Kawal Aspirasi Warga

Selain merusak rumah milik Sahroni yang dihuni satu kepala keluarga dengan dua jiwa, ambruknya genteng di bagian belakang juga sempat mengancam rumah tetangga di belakangnya, milik Jaelani (60), yang dihuni satu kepala keluarga dengan delapan jiwa. Sebagian genteng bahkan menimpa kamar mandi rumah tersebut dengan ukuran sekitar 2×4 meter.

BPBD Kuningan mencatat, kerugian materiil meliputi satu unit rumah yang ambruk total serta satu unit rumah lain yang terdampak akibat tertimpa material genteng.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, aparat desa setempat langsung berkoordinasi dengan pihak kecamatan, TNI, Polri, Baznas, dan BPBD Kuningan. BPBD pun segera mengirimkan tim assessment ke lokasi serta menyalurkan bantuan logistik kedaruratan.

“Untuk penanganan awal, kami sudah menurunkan tim assessment dan memberikan bantuan logistik darurat. Pembersihan material reruntuhan akan dilakukan bersama aparat desa dan warga,” jelasnya.

Saat ini, Sahroni beserta keluarganya terpaksa mengungsi sementara ke rumah kerabatnya, Minah (75), yang berada di lokasi aman. BPBD menilai rumah tersebut masuk dalam kategori rumah tidak layak huni, sehingga diperlukan penanganan lanjutan, termasuk koordinasi terkait bantuan perbaikan rumah.

Ia juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama di tengah musim penghujan yang masih berpotensi menimbulkan bencana serupa.

“Kami mengingatkan warga untuk rutin mengecek kondisi bangunan, khususnya rumah dengan struktur kayu lama, agar kejadian serupa dapat diantisipasi sejak dini,” tutupnya. (ags)

0 Komentar