CREMONESE – Pertandingan Serie A Italia antara Cremonese dan Inter Milan diwarnai insiden berbahaya yang melibatkan suporter. Sebuah petasan yang dilempar dari tribun pendukung Inter Milan meledak di dekat kiper Cremonese, Emil Audero.
Akibat kejadian tersebut, laga sempat dihentikan sementara. Meski mengalami cedera, penjaga gawang Timnas Indonesia itu memutuskan tetap melanjutkan pertandingan hingga selesai.
Peristiwa tak terpuji ini terjadi pada duel Cremonese kontra Inter Milan di Stadion Giovanni Zini, Cremona, Senin (2/2) dini hari WIB. Mengutip La Gazzetta dello Sport, insiden berlangsung di awal babak kedua, tepatnya pada menit ke-49, saat Inter unggul 2-0.
Baca Juga:Real Madrid Bidik Bruno Fernandes, Masa Depan Jude Bellingham DipertanyakanRuang Fiskal Desa Terhimpit, Legislator Jabar Hadir Kawal Aspirasi Warga
Sesaat setelah babak kedua dimulai, sebuah petasan dilempar dari sektor pendukung Inter Milan menuju area pertahanan Cremonese. Benda tersebut meledak di dekat Emil Audero yang tengah mengamati pergerakan serangan Inter. Ledakan keras membuat Audero terjatuh sambil memegangi telinga kanan, sementara pahanya mengalami luka akibat serpihan petasan.
Situasi itu langsung memicu kepanikan di dalam stadion. Beberapa pemain Inter seperti Lautaro Martinez, Alessandro Bastoni, dan Federico Dimarco segera berlari ke kotak penalti Cremonese. Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, juga turun ke lapangan untuk meredakan suasana.
Tim medis Cremonese langsung memberikan perawatan kepada Audero. Kiper berusia 28 tahun tersebut sempat mengeluhkan gangguan pendengaran akibat efek ledakan. Kendati demikian, Audero menolak untuk ditarik keluar dan memilih bertahan di bawah mistar hingga laga berakhir. Keputusannya dinilai sangat penting karena memastikan pertandingan tetap berlanjut tanpa adanya penghentian permanen.
Berkat sikap profesional Audero, pertandingan tetap disahkan dan Inter Milan memastikan kemenangan 2-0 atas Cremonese. Menurut laporan La Gazzetta dello Sport, jika insiden tersebut berujung pada pergantian pemain atau penghentian laga, Inter Milan berpotensi menerima sanksi berat, termasuk kekalahan secara administratif.
Pihak kepolisian bergerak cepat dan berhasil mengidentifikasi pelaku pelemparan petasan. Ironisnya, pelaku justru mengalami cedera serius akibat ledakan petasan yang dilemparkannya sendiri. Pelaku dilaporkan kehilangan tiga jari dan harus segera dilarikan ke rumah sakit. Meski demikian, proses hukum terhadap yang bersangkutan dipastikan tetap berlanjut.
