Presiden Inter Milan, Beppe Marotta, mengecam keras insiden tersebut. Ia menyebut tindakan itu sebagai perbuatan yang sangat bodoh dan tidak sportif. “Ini adalah tindakan yang bodoh, situasi seperti ini belum pernah saya alami sepanjang karier saya. Ini sama sekali tidak mencerminkan sportivitas,” ujar Marotta, dikutip dari La Gazzetta dello Sport.
Marotta juga menyampaikan apresiasi kepada Emil Audero atas profesionalismenya yang membuat pertandingan bisa diselesaikan dengan normal. “Kami mengutuk keras tindakan ini dan berterima kasih kepada Audero karena sikap profesionalnya memungkinkan laga tetap diselesaikan,” tambahnya.
Berdasarkan regulasi yang berlaku, Inter Milan terancam sanksi berupa denda besar. Selain itu, federasi juga berpeluang menjatuhkan hukuman penutupan Curva Nord di Stadion San Siro untuk satu atau beberapa pertandingan ke depan.
Baca Juga:Real Madrid Bidik Bruno Fernandes, Masa Depan Jude Bellingham DipertanyakanRuang Fiskal Desa Terhimpit, Legislator Jabar Hadir Kawal Aspirasi Warga
Usai kabar insiden tersebut menyebar, warganet Indonesia ramai membanjiri kolom komentar unggahan terbaru Inter Milan di Instagram. Aksi tersebut diduga sebagai bentuk kecaman terhadap ulah oknum suporter sekaligus dukungan moral bagi Emil Audero. “Saya berdiri bersama Emil Audero. Milan itu merah,” tulis akun @jarija. (mid)
