“Pihak sekolah sangat bersyukur karena siswanya akhirnya bisa mendapatkan program MBG. Sebelumnya, keterbatasan dapur membuat program ini belum bisa menjangkau seluruh peserta didik dan tenaga pendidik. Insya Allah, dengan semakin banyaknya dapur, jangkauan penerima manfaat akan semakin luas,” paparnya.
Pada kesempatan tersebut, Kasan yang juga merupakan pelopor pertama hadirnya SPPG di Kabupaten Indramayu, berpesan kepada pihak sekolah agar bijak dalam menyikapi pelaksanaan program MBG. Jika terdapat kendala atau masukan terkait menu, pihak sekolah dipersilakan langsung berkoordinasi dengan dapur MBG.
“Kami memastikan kualitas bahan makanan terjaga dan kandungan gizinya sesuai standar. Sebagai mitra Badan Gizi Nasional (BGN), kami berkomitmen mengawal program Presiden Prabowo untuk menurunkan angka stunting sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” tuturnya.
Baca Juga:Ruang Fiskal Desa Terhimpit, Legislator Jabar Hadir Kawal Aspirasi WargaRTRW 2026-2046, Pemda Kuningan Tegaskan Komitmen Jaga Alam Ciremai
Untuk menjamin keamanan dan kualitas gizi makanan, SPPG menggunakan bahan baku yang telah melalui pengecekan kualitas dan kuantitas, menggunakan air mineral, menjaga kebersihan dapur, serta menjalankan operasional sesuai standar operasional prosedur (SOP). (oni)
