Perkuat Talenta Pelajar, Kucurkan Ribuan Beasiswa

manajemen talenta pelajar
SOSIALISASI: Kemendikdasmen bertekad memperkuat manajemen talenta pelajar dengan pengembangan bakat dan menyiapkan ribuan beasiswa, kemarin. FOTO: DISWAY.ID
0 Komentar

JAKARTA– Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperkuat manajemen talenta murid melalui Permendikdasmen Nomor 25 Tahun 2025 guna memastikan pengembangan bakat siswa dilakukan secara terencana, terstruktur, dan berkelanjutan.

Staf Ahli Bidang Manajemen Talenta, Mariman Darto mengatakan, identifikasi potensi siswa harus dimulai sejak tahap awal dengan instrumen dan data nasional yang terstandar.

Mariman menambahkan, pemetaan talenta penting agar pembinaan lebih tepat sasaran. Tahun ini, pemerintah juga menyiapkan lebih dari 6.000 beasiswa talenta Indonesia bekerja sama dengan LPDP, termasuk peluang studi di 100 perguruan tinggi terbaik dunia dan sejumlah kampus luar negeri.

Baca Juga:Real Madrid Bidik Bruno Fernandes, Masa Depan Jude Bellingham DipertanyakanRuang Fiskal Desa Terhimpit, Legislator Jabar Hadir Kawal Aspirasi Warga

“Talenta harus dipetakan sejak hulu agar pengembangannya sistematis,” ujar Mariman, dalam acara Taklimat Media di Jakarta, Senin (2/2).

Kepala Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Maria Veronica Irene Herdjiono mengatakan, manajemen talenta dijalankan melalui lima tahapan, yakni identifikasi, pengembangan, aktualisasi, apresiasi, dan kapitalisasi.

Program ini mencakup ajang prestasi seperti OSN, O2SN, FLS2N, hingga kompetisi non-akademik, serta pembinaan lanjutan melalui Bina Talenta Indonesia dan Bintang Talenta Indonesia.

Saat ini, sebanyak 379 ribu siswa telah terdata dalam Sistem Informasi Manajemen Talenta dari total sekitar 40 juta peserta didik nasional.

Pemerintah juga memperluas kurasi ajang prestasi agar standar pusat dan daerah seragam, sekaligus membuka peluang lebih banyak talenta dari daerah teridentifikasi.

Dari sisi pendanaan, program ini didukung APBN, APBD, kontribusi swasta, serta pos prestasi di sekolah yang ke depan diperkuat melalui skema dana BOS.

Intervensi khusus juga diberikan bagi wilayah 3T melalui pelatihan guru, pendampingan, dan afirmasi pendidikan menengah.

Baca Juga:RTRW 2026-2046, Pemda Kuningan Tegaskan Komitmen Jaga Alam CiremaiDPRD Kuningan Tegaskan Perda RTRW Mesti Kunci Lereng Ciremai Jadi Zona Konservasi

“Kemendikdasmen menargetkan sistem ini berjalan berkelanjutan hingga 2030 dengan kolaborasi sekolah, keluarga, masyarakat, dan pemerintah,” pungkasnya. (dsw)

0 Komentar