Ratusan Ikan Dewa di Balong Cigugur Mati Mendadak, Bupati Kuningan Turun Tangan

Balong Girang
SOLUSI CEPAT: Bupati Kuningan Dr H Dian Rachmat Yanuar mengecek langsung informasi ikan desa di objek wisata Balong Girang, yang mengalami mati mendadak. Foto: ist
0 Komentar

KUNINGAN–Kematian ratusan ikan dewa di objek wisata Balong Girang, Kecamatan Cigugur, membuat geger masyarakat.

Ikan keramat yang selama ini menjadi ikon dan kebanggaan warga Kuningan, dilaporkan mati secara bertahap dalam beberapa hari terakhir ini, Senin (2/2). Menyikapi kondisi tersebut, Bupati Kuningan Dr H Dian Rachmat Yanuar turun langsung ke lokasi untuk memastikan situasi sekaligus mengambil langkah penanganan cepat.

Di hadapan petugas dan warga, Bupati menerima laporan bahwa kematian ikan mulai terpantau sejak awal pekan lalu dengan jumlah awal sekitar 24 ekor. Namun dalam hitungan hari, jumlah ikan yang mati terus bertambah signifikan hingga menembus lebih dari 150 ekor.

Baca Juga:Real Madrid Bidik Bruno Fernandes, Masa Depan Jude Bellingham DipertanyakanRuang Fiskal Desa Terhimpit, Legislator Jabar Hadir Kawal Aspirasi Warga

“Baru saja saya cek, jumlahnya sudah di atas 150 ekor sejak hari Rabu. Ini persoalan serius karena belum pernah terjadi kematian masal seperti ini sebelumnya,” ujar Bupati Dian dengan nada prihatin.

Kepala Bidang Perikanan Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kuningan, Denny Rianto menjelaskan, bahwa hasil pemeriksaan awal menunjukkan adanya indikasi penyakit pada ikan. Beberapa ciri fisik yang ditemukan di antaranya perubahan warna pada mulut menjadi putih, adanya parasit cacing, serta dugaan pengaruh perubahan suhu air yang ekstrem.

Selain faktor penyakit, kondisi lingkungan kolam juga menjadi perhatian. Petugas merekomendasikan penambahan suplai oksigen melalui pompanisasi air guna menekan angka kematian ikan.

Menindaklanjuti rekomendasi tersebut, Bupati Dian langsung menginstruksikan penambahan pompa air dengan menghubungi Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian.

“Langkah cepat harus segera dilakukan. Jangan sampai jumlah ikan yang mati terus bertambah,” tegasnya.

Bupati menambahkan, penyebab pasti kematian ikan dewa masih terus didalami. Selain dugaan penyakit dan suhu air, faktor lain seperti kolam yang tidak pernah dikuras serta kemungkinan kekurangan nutrisi juga tengah dikaji oleh tim teknis.

Dalam kesempatan itu, Bupati Dian turut mengapresiasi peran aktif masyarakat yang telah melaporkan kejadian tersebut. Ia mengimbau warga agar tidak ragu menyampaikan informasi apabila menemukan persoalan penting di lingkungan sekitar.

Baca Juga:RTRW 2026-2046, Pemda Kuningan Tegaskan Komitmen Jaga Alam CiremaiDPRD Kuningan Tegaskan Perda RTRW Mesti Kunci Lereng Ciremai Jadi Zona Konservasi

“Untuk hal-hal yang krusial dan serius, jangan sungkan melapor. Bisa melalui pesan WhatsApp ke dinas terkait atau camat setempat. Insya Allah akan segera kita tangani,” tuturnya.

0 Komentar