Ia menambahkan, tidak semua gabah dapat diserap, khususnya gabah yang rusak, terendam, menghitam, tercampur benda asing, dipanen sebelum matang optimal, atau telah berkecambah. Karena itu, petani diimbau memperhatikan waktu panen dan mutu hasil produksi.
“Panen ideal dilakukan pada umur tanaman sekitar 30–35 hari setelah berbunga dengan tingkat kematangan minimal 95 persen. Kualitas yang baik akan berdampak langsung pada harga dan rendemen,” ujarnya.
Sebagai bagian dari peningkatan layanan, BULOG juga menyosialisasikan sistem jemput GKP, di mana jadwal penjemputan akan diinformasikan kepada petani, poktan, gapoktan, dan Babinsa melalui Call Center Pengadaan BULOG berbasis WhatsApp, menyesuaikan kapasitas mitra pengolahan.
Baca Juga:Dongkrak Minat Baca Warga, DPA Indramayu Luncurkan Layanan Jemput Bola hingga Referensi KelabuAjak Waspadai Penipuan Umrah
Menutup kegiatan, Dr. Wahyu Hidayah menegaskan bahwa sinergi lintas sektor menjadi kunci utama menjaga stabilitas produksi dan kesejahteraan petani.
“Ketika petani mendapat kepastian harga dan akses pasar yang jelas, maka produksi pangan akan berkelanjutan. Inilah komitmen kami bersama BULOG untuk memastikan panen petani Kuningan berjalan layak dan bermartabat,” pungkasnya. (ags)
