RADARCIREBON.ID – Sering kali banyak yang melewatkan Hari Valentine atau Valentine’s Day begitu saja.
Linimasa media sosial dipenuhi bunga, cokelat, dan potret pasangan bahagia, hingga tanpa sadar kita ikut bertanya-tanya: jika tidak merayakan, apakah kita tertinggal?
Padahal, jarang sekali kita berhenti sejenak untuk bertanya pada diri sendiri: apakah Valentine memang sesuatu yang harus dirayakan?
Baca Juga:Resmi Nih! Persija Jakarta Datangkan Mauro Zijlstra, Bintang Timnas Indonesia Senilai Rp1,30 MiliarPengurus SMSI Dilantik, Ini Pesan Walikota Cirebon
Apakah kita memilih merayakannya karena memahami maknanya, atau sekadar karena semua orang melakukannya?
Di titik ini, Valentine bukan lagi soal ikut tren, melainkan tentang pilihan. Mengikuti arus, atau memberi arti dengan cara kita sendiri.
Tanggapan pertama dari Isabel Aurelia Dinesta, siswi SMAN 3 Cirebon. Ia menilai, Valentine’s Day tidak harus dirayakan oleh semua orang, dan sepenuhnya bergantung pada sudut pandang masing-masing individu.
“Valentine’s Day atau Hari Valentine, menurut KBBI adalah Hari Kasih Sayang, yang diperingati setiap 14 Februari. Namun, Valentine bukan sesuatu yang wajib dirayakan oleh semua orang. Momen ini bersifat pilihan, bisa dirayakan atau tidak, tergantung pada nilai dan pandangan masing-masing,” ujarnya.
Isabel menambahkan, jika dirayakan, Valentine dapat dimaknai secara positif sebagai kesempatan untuk menebarkan kasih sayang kepada orang-orang terdekat, tidak hanya pasangan, tetapi juga sahabat, teman, dan keluarga.
“Esensi Valentine terletak pada ungkapan kepedulian dan perhatian, bukan pada kewajiban perayaannya,” lanjutnya.
Pendapat berikutnya disampaikan oleh Kirana Aidillah, siswi SMAN 6 Cirebon. Menurutnya, Valentine bukanlah hari yang harus dirayakan karena tidak termasuk hari resmi dalam kalender nasional.
Baca Juga:GAWAT! Raphinha Absen di Perempat Final Copa del Rey, Barcelona Kehilangan Sosok PentingMenang Telak 3-0 atas Bologna, AC Milan Terus Bayangi Inter Milan di Serie A Italia
“Kalau untuk seru-seruan sih tidak apa-apa, soalnya momen hari kasih sayang seperti ini juga jarang,” ujarnya.
Sementara itu, Rafif Zulfadli, siswa SMK Islamic Centre Cirebon, juga berpendapat bahwa Valentine tidak wajib dirayakan oleh semua orang.
Ia menekankan bahwa perayaan tersebut kembali pada nilai dan cara pandang masing-masing individu.
“Sebenarnya, merayakan orang tersayang tidak harus menunggu Hari Valentine, tapi bisa dilakukan setiap hari,” tuturnya. (*)
