Di level internasional, Mauro menjalani debut bersama Timnas Indonesia pada 5 September 2025 dalam laga uji coba melawan Chinese Taipei yang berakhir dengan kemenangan telak 6-0.
Sejak saat itu, namanya rutin masuk dalam radar tim nasional kelompok usia. Ia juga memperkuat Timnas Indonesia U-23 dengan catatan empat penampilan dan satu gol.
Pengalamannya berlanjut di ajang SEA Games 2025 serta kualifikasi Piala Asia U-23 2026, yang menjadi modal berharga sebelum berkiprah di kompetisi domestik Indonesia.
Baca Juga:Resmi Nih! Persija Jakarta Datangkan Mauro Zijlstra, Bintang Timnas Indonesia Senilai Rp1,30 MiliarPengurus SMSI Dilantik, Ini Pesan Walikota Cirebon
Secara statistik, Mauro Zijlstra mencatatkan total 77 penampilan dengan koleksi 50 gol dan 19 assist sepanjang kariernya. Ia telah menghabiskan 5.425 menit bermain di berbagai level kompetisi.
Bersama NEC Nijmegen U-21, ia mencetak 12 gol dari 26 laga. Sementara di FC Volendam U-21, produktivitasnya melonjak dengan 20 gol.
Saat memperkuat AFC Amsterdam U-18, Mauro bahkan membukukan 18 gol dan 11 assist dari 20 pertandingan, menunjukkan insting menyerang yang telah terbentuk sejak dini.
Adapun bersama tim utama FC Volendam, ia tampil dalam tujuh pertandingan. Meski belum mencetak gol, periode tersebut menjadi fase adaptasi penting di level profesional.
Saat ini, Mauro masih terikat kontrak dengan FC Volendam hingga 30 Juni 2027, dengan opsi perpanjangan satu tahun oleh klub. Nilai pasarnya tercatat mencapai Rp1,30 miliar berdasarkan data Transfermarkt.
Angka tersebut sejalan dengan usia muda, potensi besar, dan statusnya sebagai pemain Timnas Indonesia.
Bagi Persija Jakarta, transfer ini bukan sekadar kebutuhan jangka pendek. Mauro Zijlstra diproyeksikan sebagai aset jangka panjang yang dapat berkembang di Liga Indonesia.
Baca Juga:GAWAT! Raphinha Absen di Perempat Final Copa del Rey, Barcelona Kehilangan Sosok PentingMenang Telak 3-0 atas Bologna, AC Milan Terus Bayangi Inter Milan di Serie A Italia
Kehadirannya juga diharapkan mampu meningkatkan daya tarik kompetisi dan minat penonton, terutama karena statusnya sebagai pemain diaspora yang kerap menjadi magnet tersendiri.
Dari sisi taktik, Persija kini memiliki opsi penyerang dengan postur ideal untuk duel udara, membuka variasi skema serangan yang lebih fleksibel.
Dengan dukungan penuh suporter fanatik Jakarta, Mauro Zijlstra berpeluang berkembang lebih cepat. Atmosfer stadion bisa menjadi energi tambahan dalam performanya.
Persija Jakarta pun mengirim pesan tegas kepada para rival jelang putaran kedua: Macan Kemayoran siap tampil lebih agresif dan konsisten dalam perburuan poin. (mid)
