ARSENAL terus menunjukkan performa impresif di puncak klasemen liga. Kemenangan telak atas Sunderland membuat jarak dengan para pesaing melebar hingga sembilan poin.
Sebuah keuntungan penting di tengah padatnya jadwal pertandingan serta badai cedera yang menerpa pemain inti.
Menariknya, hasil positif tersebut diraih tanpa kehadiran sejumlah pemain kunci. Bukayo Saka, Martin Odegaard, dan Gabriel Martinelli tidak masuk daftar susunan pemain.
Baca Juga:Kunjungi Kuningan, Wamendagri Akhmad Wiyagus Sambangi SPPG KasturiGelar Town Hall Meeting, Kilang Pertamina Balongan Paparkan Kinerja Positif 2025
Meski demikian, absennya para pilar utama tidak sedikit pun mengurangi dominasi Arsenal di lapangan.
Dua gol yang dicetak Martin Zubimendi dan Viktor Gyokeres mengamankan kemenangan nyaman di Stadion Emirates.
The Gunners tampil matang dan percaya diri, seolah menegaskan bahwa kekuatan tim tidak lagi bertumpu pada individu tertentu.
Kedalaman skuad kembali menjadi pembeda. Kai Havertz dipercaya menempati peran gelandang serang dan mampu menjalankan tugasnya dengan baik, termasuk menyumbang assist untuk gol Gyokeres di babak kedua.
Perannya sebagai penghubung lini tengah dan depan terlihat selaras dengan gaya bermainnya.
Dari bangku cadangan, Arsenal masih memiliki opsi berkualitas. Eberechi Eze masuk menggantikan Havertz, sementara lini serang tetap terjaga intensitasnya hingga peluit akhir.
Kondisi ini menegaskan bahwa Arsenal kini memiliki banyak solusi dalam meraih kemenangan.
Baca Juga:Tingkatkan Kualitas Pelayanan, RSUD Indramayu Gelar Training Transformasi Budaya dan PerilakuDiskatan Kuningan: Lindungi Petani dari Tengkulak dan Pastikan Harga Sesuai HPP
Di tengah performa kolektif yang terus meningkat, masa depan Martin Odegaard justru mulai menjadi tanda tanya.
Kapten tim itu kembali menepi akibat cedera, sementara spekulasi mengenai potensi kepindahannya pada bursa transfer musim panas semakin menguat.
Odegaard sebelumnya kerap disebut sebagai pemain berkelas dunia. Namun, dalam beberapa musim terakhir, konsistensinya dinilai belum sepenuhnya memenuhi ekspektasi.
Kontribusinya sebagai motor kreativitas tim dianggap belum selalu sebanding dengan tuntutan Arsenal sebagai kandidat juara.
Mengutip laporan Give Me Sport, disebutkan adanya ketegangan antara Odegaard dan manajer Mikel Arteta.
Apabila perbedaan pandangan tersebut benar terjadi, Arsenal diyakini tidak akan ragu mengambil keputusan besar, terlebih tim terbukti tetap tampil solid tanpa kehadiran sang kapten.
Gaya bermain Odegaard yang cenderung tenang dan minim risiko, juga kerap dinilai kurang memberi dampak signifikan dalam pertandingan besar.
