RADARCIREBON.ID – Langkah Presiden Prabowo Subianto menekuk mafia minyak, seharusnya mendapatkan apresiasi yang sangat tinggi. Sebab, langkah itu menjadi titik terang bagi Indonesia untuk menuju kemandirian energi.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Komisaris PT Pertamina Persero, Naniek Sudaryati Deyang dalam postingannya di media sosial Facebook, baru-baru ini.
Perempuan yang akrab disapa Deyang ini mengungkapkan hal tersebut menyangkut adanya sejuta minyak lifting dari Aljazair yang dibawa pulang ke Indonesia.
Baca Juga:Masjid Sang Cipta Rasa Geger, Ada Jamaah Meninggal saat KhutbahJenazah Tersangkut di Jembatan Sungai Suranenggala Cirebon, Ternyata Warga Setempat
“Luar biasa presiden Prabowo! Meski sekarang harus kena hantam mafia minyak dan oligarki dengan keputusannya menekuk mereka,” tulis Deyang.
Keberhasilan Prabowo menekuk mafia minyak itu, menurutnya memberikan harapan dalam kemandirian energi. “Perlahan tapi pasti Indonesia menemukan cahaya kemandirian di berbagai bidang, termasuk energi,” tandasnya.
Salah satu komisaris PT Pertamina ini menjelaskan, Indonesia puluhan tahun disedot sumur minyaknya oleh asing. Bukan hanya itu, tata kelola BBM pun dikangkangi oleh para mafia.
Karenanya, ungkap sosok yang juga wakil ketua Badan Gizi Nasional itu, puluhan tahun Indonesia harus mengimpor BBM dari Singapura. Padahal negeri tersebut tidak memiliki ladang minyak.
Disebutkannya, kini Indonesia mulai bangkit menatap masa depan untuk menyongsong kemandirian energi. Hal ini menyusul kesuksesan dalam kemandirian pangan.
“Di mana Indonesia tidak lagi impor beras, dan menyusul jagung serta bahan makan lainnya. Kini Indonesia akan menuju kemandirian dan sekaligus membangun ketahanan energi,” tandas perempuan asal Madiun Jatim itu.
Deyang mengungkapkan, pada pertengahan bulan lalu pemerintah melalui Pertamina akhirnya bisa mengoperasikan refinery. Yakni kilang minyak terbesar di Indonesia di RDMP Balikpapan.
Baca Juga:Presiden Venezuela Nicolas Maduro Ditangkap Delta Force, Operasi Mirip di Film ActionTransJakarta Benchmark Pengembangan BRT Trans Cirebon
Kemudian, lanjutnya pada akhir Januari lalu, sebuah tanker raksasa bernama SPYROS berhasil bersandar di Pelabuhan Cilacap Jawa Tengah. Tanker itu membawa 1 juta barel minyak mentah jenis sweet crude. Ini merupakan jenis minyak mentah ramah lingkungan dengan kandungan sulfur sangat rendah.
Apakah minyak ini hasil impor? Deyang pun mengungkapkan bukan hasil impor. Minyak itu ternyata hasil eksplorasi Pertamina di negeri orang. “Ini kisah kita membalikkan nasib, ganti menjajah negara lain untuk melakukan eksplorasi minyak di negeri orang,” tandasnya.
