Ia pun mengingatkan para pejabat, agar tidak memaknai mutasi sebagai bentuk hukuman atau penurunan kepercayaan. Menurutnya, perpindahan jabatan merupakan bagian dari dinamika karier ASN.
“Jangan merasa kurang beruntung atau dihukum ketika dipindahkan dari posisi yang dianggap nyaman ke jabatan yang dinilai kurang bergengsi. Dalam birokrasi, yang utama adalah kontribusi dan kinerja, bukan sekadar gengsi jabatan,” tegasnya.
Dengan tersisa dua hari efektif sebelum Ramadan dan sinyal pemanggilan pejabat ke Pendopo yang mulai terlihat, kabar mutasi kepala dinas di Kuningan pun semakin santer terdengar. Publik kini tinggal menunggu keputusan resmi dari bupati, terkait perombakan struktur pejabat di lingkup Pemkab Kuningan. (ags)
