Program tersebut berfokus pada pelatihan pengelolaan UMKM berbasis digitalisasi dan AI. Tahap awal akan dilaksanakan secara daring pada April 2026, kemudian dilanjutkan dengan kunjungan langsung ke Kamboja selama lima hingga enam hari.
Sekitar lima dosen dijadwalkan mengikuti kegiatan tersebut untuk melaksanakan seminar, pelatihan, serta kunjungan industri bagi pelaku UMKM mitra NIEI.
“Kerja sama ini menjadi pintu masuk pengembangan kolaborasi ke negara Asia Tenggara lainnya, termasuk Vietnam,” pungkas Dian. (ade/opl)
