Libur Panjang! Awal Ramadan dan Tahun Baru Imlek Berdekatan

Awal Ramadan dan Tahun Baru Imlek Berdekatan
Jadwal liburan ini terutama bagi seluruh siswa sekolah. Awal Ramadan sendiri berdekatan dengan perayaan Tahun Baru Imlek, sedangkan Idul Fitri berdekatan dengan Hari Suci Nyepi. Foto: Ist
0 Komentar

RADARCIREBON.ID- Pemerintah sudah menetapkan libur selama bulan Ramadan dan Idul Fitri 2026. Jadwal liburan ini terutama bagi seluruh siswa sekolah. Awal Ramadan sendiri berdekatan dengan perayaan Tahun Baru Imlek, sedangkan Idul Fitri berdekatan dengan Hari Suci Nyepi.

Perlu diketahui, awal Ramadan 2026 masih menunggu sidang isbat pemerintah yang akan digelar pada Selasa, 17 Februari 2026. Di satu sisi, Muhammadiyah sudah menetapkan awal Ramadan jatuh pada hari Rabu, 18 Februari 2026.

Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, mengatakan pengaturan pembelajaran di sekolah selama bulan Ramadan 2026 menitikberatkan pada penguatan nilai keagamaan, pembentukan karakter, serta pemenuhan hak belajar peserta didik secara berimbang.

Baca Juga:Tabungan Anak Sekolah di Perumda BPR Bank Cirebon, Disdik Koordinasi dengan Sekolah dan LPSKasi Intel: Penanganan Kasus di Perumda BPR Bank Cirebon di Kejaksaan Tetap Berjalan

“Ramadan adalah momentum pendidikan karakter. Karena itu pembelajaran kita arahkan untuk memperkuat nilai keagamaan sesuai agama dan keyakinan murid, sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial dan kebiasaan positif,” ujar Pratikno di Jakarta, Selasa lalu (10/2/2026).

Pratikno menegaskan pembelajaran selama Ramadan tidak hanya diarahkan pada aspek akademik, tetapi juga menjadi momentum strategis untuk memperkuat iman, takwa, akhlak mulia, serta karakter sosial anak-anak Indonesia. Dalam pengaturannya, kata dia, pemerintah mendorong penguatan materi keagamaan yang disesuaikan dengan agama masing-masing peserta didik.

Bagi murid beragama Islam, lanjutnya, kegiatan dapat berupa tadarus Alquran, pesantren kilat, kajian keislaman, serta aktivitas lain yang mendukung penguatan iman, takwa, dan akhlak mulia. Lalu, untuk murid beragama non-Islam difasilitasi melalui bimbingan rohani dan kegiatan keagamaan lain sesuai dengan keyakinan masing-masing.

Selain penguatan keagamaan, kata dia, pembelajaran selama Ramadan juga diarahkan untuk memperkuat karakter peserta didik melalui berbagai kegiatan sosial dan edukatif. Kegiatan tersebut antara lain berbagi takjil, penyaluran zakat dan santunan, kompetisi keagamaan seperti lomba adzan, Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), cerdas cermat keagamaan, serta berbagai kegiatan positif lainnya.

“Kami ingin anak-anak belajar empati, gotong-royong, dan kepedulian sosial. Ramadan ramah anak harus diisi dengan aktivitas yang membangun karakter, termasuk Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, gerakan satu jam tanpa gawai, dan kegiatan positif lainnya,” katanya. (ant/jpnn)

0 Komentar