Pemkab Kuningan Siapkan Rp6 Miliar Perbaikan Jalur Mudik Lebaran 2026

jalur mudik Lebaran 2026
SEGERA DIPERBAIKI: Salah satu ruas jalan Kabupaten Kuningan yang menjadi jalur mudik Lebaran 2026, kondisinya rusak dan segera diperbaiki tuntas hingga sepekan sebelum Idul Fitri. Foto: Agus panther/radar Cirebon 
0 Komentar

KUNINGAN–Pemerintah Kabupaten Kuningan menyiapkan anggaran sebesar Rp6 miliar untuk memperbaiki sejumlah ruas jalan kabupaten yang menjadi jalur mudik Lebaran 2026. Perbaikan dilakukan guna memastikan kelancaran dan keselamatan arus mudik menuju wilayah Kuningan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Kuningan, I Putu Bagiasna, mengatakan anggaran tersebut bersumber dari APBD Kabupaten Kuningan dan dialokasikan khusus untuk pemeliharaan rutin jalan, terutama akses yang masuk kategori jalur mudik Lebaran (Jalmudran).

“Anggaran sebesar Rp6 miliar ini difokuskan untuk pemeliharaan rutin jalan kabupaten, khususnya mendukung kelancaran arus mudik. Nilainya meningkat dibanding tahun sebelumnya,” ujar Putu, Kamis (12/2/2026).

Baca Juga:Kasan Basari Tepis Isu Reshuffle Pengurus DPC Gerindra IndramayuDiikuti 63 Pemilih, Mohammad Taufik Terpilih Jadi Kuwu PAW Jengkok

Perbaikan direncanakan dimulai menjelang bulan Ramadan dan ditargetkan rampung paling lambat sepekan sebelum Hari Raya Idul Fitri. Pekerjaan akan dibagi dalam beberapa zona guna mempercepat pelaksanaan di lapangan.

Menurut Putu, akses masuk ke Kuningan umumnya berasal dari arah utara, timur, dan selatan. Sejumlah ruas mengalami kerusakan akibat faktor cuaca dan tingginya intensitas kendaraan, sehingga memerlukan penanganan.

Selain dari APBD kabupaten, Pemkab Kuningan juga memperoleh Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp29 miliar pada tahun 2026. Dana tersebut difokuskan untuk penanganan ruas jalan dengan kondisi rusak berat.

Kepala Bidang Bina Marga DPUTR Kuningan Teddy Sukmajayadi, menjelaskan bahwa strategi penanganan jalan dilakukan dengan membagi sumber pembiayaan. APBD kabupaten diarahkan untuk pemeliharaan rutin, sedangkan rekonstruksi berat memanfaatkan DAK serta bantuan dari pemerintah provinsi.

“Tahun ini ada lima titik ruas jalan rusak berat yang dibiayai melalui DAK dengan total anggaran Rp29 miliar,” jelasnya.

Beberapa ruas prioritas yang akan ditangani antara lain lanjutan perbaikan ruas Cidahu–Luragung, khususnya segmen Gunungkarung menuju Luragung dengan estimasi anggaran sekitar Rp5 miliar. Sebelumnya, ruas Cidahu–Gunungkarung telah ditangani melalui program Inpres Jalan Daerah.

DAK juga dialokasikan untuk lanjutan perbaikan ruas Cigedang–Cinembeuy serta Kertawana–Wanasaraya. Pada tahun lalu, ruas tersebut telah dicor sepanjang 600 meter dan tahun ini akan dilanjutkan dengan anggaran sekitar Rp5,2 miliar. Ruas lainnya yang masuk prioritas yakni Japara–Cikeleng–Cengal.

0 Komentar