Pembiaran Jalan Rusak Bisa Dipidana

jalan rusak di kota cirebon
Kondisi Jalan Cipto, Kota Cirebon, Jumat 13 Februari 2026. Foto: Ade Gustiana/Radar Cirebon
0 Komentar

RADARCIREBON.ID- Hancurnya infrastruktur jalan di Kota Cirebon mendapat sorotan luas. Namun demikian, DPUTR belum bergerak. Hingga Minggu (15/2/2026), sejumlah titik yang mengalami kerusakan cukup parah, dibiarkan menganga seperti siap menerkam warga yang berkendara, terutama roda dua.

Pemerhati transportasi dan lalu lintas, Ade S Danu, mengatakan kualitas infrastruktur jalan merupakan urat nadi perekonomian sekaligus mobilitas masyarakat. Namun, di banyak kota di Indonesia, termasuk Kota Cirebon, fenomena jalan berlubang menjadi pemandangan yang tak terelakan, terutama saat musim penghujan.

Jalan berlubang, lanjut Ade Danu, bukan sekadar masalah estetika tata kota, tapi ancaman laten yang memicu kerugian materiil, kesehatan, hingga hilangnya nyawa manusia. Jalan berlubang adalah jebakan maut atau pembunuh tanpa suara. Ia mengatakan ada sejumlah peristiwa yang sering terjadi yang dialami pengendara, khususnya roda dua. Seperti kehilangan kendali saat roda depan motor masuk ke lubang yang dalam secara mendadak.

Baca Juga:Polresta Cirebon Ungkap 12 Kasus NarkobaUang Nasabah Bank Cirebon Cair, Tahap Pertama Mencapai Rp89,5 Miliar

Kemudian, upaya manuver untuk menghindari lubang, seringkali menyebabkan kecelakaan. Kemudian, pengendara yang kaget cenderung melakukan pengereman mendadak atau membelokkan arah secara tiba-tiba ke kanan atau ke kiri. “Ini berisiko membuat pengendara tertabrak oleh kendaraan di belakangnya atau bersenggolan dengan kendaraan di sampingnya,” jelas Ade Danu kepada Radar Cirebon, Minggu (15/2/2026).

Kondisi jalan berlubang ini juga berdampak rusaknya kendaraan. Sementara dari aspek kesehatan, mulai dari cedera tulang belakang, tulang ekor, serta ruas tulang belakang pengendara. “Penelitian menunjukkan bahwa saat roda masuk ke lubang, terjadi beban kompresi aksial mendadak pada intervertebral disc (bantalan antar tulang belakang). Bahkan juga punya dampak terhadap ginjal dan organ dalam,” jelas Ade.

Faktor lainnya, kata Ade, memicu kelelahan mental atau cognitive fatigue. Berkendara di jalan rusak membutuhkan konsentrasi ekstra tinggi untuk memetakan jalan di depan. Hal ini memicu stres, kecemasan, dan kelelahan mental yang lebih cepat dibandingkan berkendara di jalan mulus. “Pengendara menjadi lebih emosional (mudah terkena road rage) dan fokus menurun, yang justru meningkatkan risiko kecelakaan,” terangnya.

0 Komentar