Lonjakan Pengiriman Ramadan Didominasi Produk Fesyen

J&T Express
ANTISPASI: J&T Express menyiapkan berbagai strategi operasional untuk mengantisipasi lonjakan volume pengiriman paket selama Ramadan. FOTO: J&T Express for Radar Cirebon
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Lonjakan volume pengiriman paket lebih dari 40 persen terjadi selama Ramadan 2025. Mengantisipasi peningkatan serupa pada Ramadan tahun ini, J&T Express menyiapkan sejumlah strategi operasional sekaligus menghadirkan promo diskon khusus Ramadan.

CEO J&T Express, Robin Lo, mengatakan peningkatan volume pengiriman setiap tahun menunjukkan tingginya minat masyarakat berbelanja secara daring yang berdampak langsung pada permintaan layanan logistik.

Menurutnya, perusahaan terus mengoptimalkan operasional guna memastikan pengiriman tetap aman dan tepat waktu sesuai standar layanan, meski terjadi lonjakan volume paket. Ramadan tahun ini juga diperkirakan menghadapi tantangan tambahan berupa potensi cuaca ekstrem.

Baca Juga:Jalan Rusak di Kompleks Pemkab Cirebon Dibiarkan, Ancam Keselamatan PengendaraLebaran 1447 H Berpotensi Kembali Tidak Serempak

“Kami optimistis dapat memenuhi ekspektasi pelanggan melalui strategi adaptif dan teknologi terintegrasi yang kami miliki,” ujarnya.

Untuk menjaga kelancaran distribusi, J&T Express meningkatkan kapasitas operasional dengan merekrut pekerja musiman, menambah shift malam, serta mengoptimalkan mesin sortir di gateway dan pusat penyortiran agar pengiriman tetap sesuai Service Level Agreement (SLA).

Perusahaan juga menambah frekuensi linehaul atau pengiriman antarkota dan antarprovinsi menggunakan moda transportasi darat hingga udara, disertai perawatan armada secara berkala guna mencegah keterlambatan dan penumpukan paket.

Selain itu, pemantauan alur pengiriman dilakukan secara real time melalui sistem berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence). Koordinasi intensif dengan tim lapangan juga dilakukan untuk mengantisipasi kendala seperti cuaca ekstrem maupun bencana alam.

Selama Ramadan, seluruh outlet Drop Point dan Mini Drop Point tetap beroperasi setiap hari agar pelanggan tetap mudah mengakses layanan pengiriman.

“Langkah ini dilakukan agar pelanggan tetap dapat mengirim paket dengan nyaman meski aktivitas ibadah selama Ramadan lebih padat,” jelasnya.

Berdasarkan survei Jakpat, sekitar 70 persen responden meningkatkan pengeluaran selama Ramadan 2025 dibandingkan bulan lainnya. Sementara survei Populix menunjukkan 78 persen masyarakat berencana membeli produk fesyen selama bulan suci.

Baca Juga:PMI Indramayu Dipulangkan dari Oman, KemenP2MI Tindak Dugaan Perekrutan Ilegal Pekerja Migran Indonesia HET MinyaKita Rp15.700 Harus Dipatuhi, di Lapangan Banyak yang Dijual Rp19.000

Sejalan dengan tren tersebut, data internal J&T Express menunjukkan kategori fesyen menjadi salah satu produk dengan volume pengiriman tertinggi selama Ramadan 2025. Perusahaan pun optimistis volume pengiriman Ramadan tahun ini akan melampaui rata-rata pengiriman harian.

0 Komentar