Sampah Menggunung di Dawuan, DLH Cirebon: Alat Berat TPA Gunungsantri Rusak

sampah menggunung
SAMPAH MENUMPUK: Tampak sampah menggunung dan menutupi sebagian badan jalan di Desa Dawuan Kecamatan Tengahtani, kemarin. FOTO: DENY HAMDANI/RADAR CIREBON
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Tumpukan sampah menggunung hingga menutupi sebagian badan jalan di Desa Dawuan, Kecamatan Tengahtani.

Kondisi itu, dikeluhkan warga karena mengganggu akses jalan dan menimbulkan bau tak sedap.

Bahkan, persoalan sampah ternyata tak hanya terjadi di TPS Dawuan. Sejumlah tempat pembuangan sementara (TPS) di wilayah barat Kabupaten Cirebon juga mengalami penumpukan.

Baca Juga:Hadirkan Parade Kuliner Beragam Daerah, Buka Puasa di Bentani HotelJembatan Lebakngok Diperbaiki Pekan Ini

Kepala Bidang Kebersihan dan Pertamanan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cirebon, Suyanto, membenarkan kondisi tersebut. Menurutnya, penumpukan dipicu gangguan operasional di tempat pembuangan akhir (TPA).

“Bukan hanya di Dawuan. TPS di Wilayah Barat juga terdampak. Penyebabnya karena alat berat di TPA Gunungsantri rusak,” ujarnya.

Lebih lanjut, dijelaskan Suyanto, alat berat di TPA Gunungsantri memang sudah berusia tua dan kerap mengalami kerusakan.

Akibatnya, proses pengolahan dan perataan sampah tersendat. Dampaknya, distribusi sampah dari TPS ke TPA ikut terhambat.

Berbeda dengan Wilayah Timur. Suyanto memastikan operasional pengangkutan sampah di kawasan tersebut relatif aman.

“Kalau di Wilayah Timur tidak ada kendala. Seluruh alat berat di TPA Kubagdeleg dalam kondisi baik,” jelas Suyanto.

Ia berharap, perbaikan alat berat di Gunungsantri segera rampung agar penanganan sampah kembali normal.

Baca Juga:Tes Urine Dadakan di Polresta Cirebon, 200 Polisi Dites, Apa Hasilnya?Mutasi Besar-besaran di Pemkab Cirebon, Bupati Imron Minta Tancap Gas Kerja

Diungkapkannya, DLH juga mengupayakan langkah darurat untuk meminimalkan dampak penumpukan di TPS-TPS terdampak.

Sementara itu, warga berharap persoalan sampah tak berlarut-larut. Selain mengganggu aktivitas, kondisi tersebut dikhawatirkan memicu gangguan kesehatan dan pencemaran lingkungan.

“Kami berharap kepada pemerintah daerah dalam hal ini DLH bagaimana caranya agar sampah di TPS cepat diangkut karena jelas menutup akses jalan dan menimbul bau tidak sedap serta bisa berdampak kepada kesehatan,” ujar Hamdan. (den)

0 Komentar