RADARCIREBON.ID -Dinas Perhubungan Kabupaten Cirebon telah menginventarisir seluruh sarana Penerangan Jalan Umum (PJU) di Jalur Pantura. Hasilnya ratusan PJU diketahui mati atau tidak berfungsi.
Kondisi ini cukup membahayakan bagi para pemudik yang hendak melintas di jalur nasional itu. Terlebih tambal sulam infrastruktur jalan di sepanjang jalur pantura tidak merata.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Cirebon, Dadang Raiman SPd mengaku, pihaknya telah melakukan pengecekan sarana dan prasarana, khususnya penerangan jalan umum (PJU) di sepanjang Jalur Pantura bersama kepolisian.
Baca Juga:Perkuat Kecintaan Kader terhadap Alquran di Momentum Ramadan12 Wilayah Pesisir Masuk Daftar Rawan Banjir Rob
“Hasil pendataan menunjukkan masih banyak lampu PJU yang tidak berfungsi,” ujar Dadang kepada Radar Cirebon, Minggu (1/3/2026).
Ratusan PJU yang tidak berfungsi mulai dari perbatasan Indramayu, Susukan hingga Palimanan terdapat 172 unit mati dari 304 tiang PJU.
Sementara mulai Pantura Plumbon sampai Weru diketahui ada 32 unit PJU mati dengan jumlah 65 tiang PJU.
Sedangkan dari Astanajapura hingga Losari terdapat 245 tiang PJU. Dari jumlah tersebut 162 unit diketahui mati.
“Hasil pengecekan dilapangan itu akan segera dilaporkan dan ditindaklanjuti ke Kementerian Perhubungan untuk perbaikan sebelum puncak arus mudik,” terangnya.
Dikatakan Dadang, dalam persiapan mudik juga, Dishub tengah menyiapkan Traffic Cone dan Water Barrier untuk mendukung rekayasa lalu lintas dan pengamanan di titik rawan.
“Kami juga menyiapkan perlengkapan seperti traffic cone, water barrier, serta lampu portable. Jumlah keseluruhan masih dalam tahap pendataan,” ungkapnya.
Baca Juga:Diduga Tempatkan PMI Secara Nonprosedural, P3MI DisanksiPesantren Al Hikmah Raih Medali Emas Olimpiade Informatika
Dengan berbagai persiapan tersebut, Dadang berharap, arus mudik dan balik Lebaran 2026 di wilayah Cirebon, khususnya Jalur Pantura, dapat berjalan lancar, aman, dan terkendali meski dengan keterbatasan sumber daya yang ada. (sam)
