RADARCIREBON.ID – Tahapan persiapan ibadah haji 2026 di Kabupaten Cirebon sudah rampung. Manasik pun sudah digelar.
Kini para calon jamaah haji (calhaj) tinggal menunggu pemberangkatan yang akan dimulai bulan depan, tepatnya pada 24 April 2026 untuk kloter pertama.
Saat ini, tinggal pembagian koper bagi jamaah. Tapi, terjadi konflik geopolitik di Timur Tengah. Perang Amerika Serikat-Israel vs Iran belum reda. Justru semakin panas. Inilah yang menjadi kekhawatiran banyak pihak.
Baca Juga:Wayang Kulit Gagrag Cirebon Diusulkan Jadi WBTB Nasional 7 Ribu Lebih Jamaah Umrah Pulang, Rute Transit Masih Tunggu Kepastian
Meski demikian, Kementrian Haji dan Umrah Kabupaten Cirebon memastikan kondisi tersebut tidak memengaruhi persiapan penyelenggaraan ibadah haji. Mengingat pelaksanaannya masih sekitar dua bulan lagi.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Cirebon Mualim Tamim MAg didampingi Kasi Bina Pengendalian Haji dan Umrah Mufid MPd menjelaskan bahwa total kuota haji Kabupaten Cirebon tahun ini sebanyak 2.668 orang.
“Dari jumlah itu, terdapat 109 calon jamaah yang tidak melunasi biaya haji. Sehingga yang diberangkatkan sebanyak 2.559 jamaah, termasuk lima orang dari daftar cadangan yang ikut melunasi,” ujar Mualim kepada Radar Cirebon, Rabu (4/3/2026).
Menurutnya, pemberangkatan jamaah haji asal Kabupaten Cirebon terbagi dalam tujuh kelompok terbang (kloter).
Penentuan kloter merupakan kewenangan Kanwil dengan kapasitas penuh mencapai 445 jamaah per kloter. “Dari tujuh kloter itu, dibagi jadi dua gelombang pemberangkatan,” kata Mualim.
Untuk gelombang pertama, seluruh jamaah akan terbang dari Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati menuju Madinah.
Gelombang pertama itu, lanjut Mualim, terdiri dari Kloter 5 dengan jadwal pemberangkatan 24 April. Sementara kloter 13 dijadwalkan pada 30 April. Sedangkan kloter 19 berangkat pada 5 Mei 2026.
Baca Juga:Siapkan Skenario Evakuasi WNI, Kondisi Belum Stabil, Kesiapan adalah Hal MutlakAzis Uji Keabsahan Dakwaan Kasus Gedung Setda Kota Cirebon, Lakukan Perlawanan Bersama Tiga Terdakwa Lainnya
Sementara itu, gelombang kedua untuk kloter 25 yang akan diberangkatkan 10 Mei dan kloter 32 dijadwalkan pada 15 Mei 2026. “Keberangkatan gelombang kedua ini sama dari Kertajati. Bedanya, mendarat di Jeddah,” ungkapnya.
Selain itu, terdapat dua kloter gabungan, yakni, kloter 35 yang rencana dijadwalkan 17 Mei sebanyak 151 jamaah. Sedangkan kloter 40 direncanajan berangkat pada 19 Mei 206 dengan jumlah 198 jamaah.
“Di antara ribuan jamaah tersebut, terdapat calon jamaah tertua atas nama Turina (92), warga Desa Warugede, Kecamatan Depok. Sedangkan jamaah termuda adalah Fayruz Chalisa (15), asal Desa Dawuan, Kecamatan Tengahtani,” jelasnya.
