Mualim mengungkapkan, munculnya nama Fayruz dengan usia 15 tahun sebagai calhaj lantaran saat itu belum ada batasan usia minimal saat pendaftaran. Namun, saat ini usia minimal pendaftaran haji adalah 12 tahun.
“Dulu belum ada batasan usia minimal, bahkan anak usia tiga tahun pun bisa didaftarkan. Sekarang sudah diatur minimal 12 tahun,” jelasnya.
Ia menegaskan, secara umum seluruh jamaah dalam kondisi siap berangkat. Sebab, semua tahapan telah selesai. Yang terpenting saat ini, tambah Mualim, para calhaj tinggal menjaga kesehatan dan mempersiapkan fisik.
“Kami mengimbau jamaah untuk benar-benar menjaga stamina menjelang keberangkatan,” terangnya.
Baca Juga:Wayang Kulit Gagrag Cirebon Diusulkan Jadi WBTB Nasional 7 Ribu Lebih Jamaah Umrah Pulang, Rute Transit Masih Tunggu Kepastian
Namun, kata Mualim, keberangkatan calhaj pun masih menunggu situasi perang di Timur Tengah antara Amerika Serikat-Israel vs Iran mereda.
“Kami berharap situasi di Timur Tengah segera mereda sehingga seluruh agenda ibadah berjalan lancar. Semoga dalam waktu dekat kondisi sudah aman dan terkendali,” tuturnya.
Terkait kemungkinan konflik antara Amerika Serikat–Israel dan Iran yang masih berlanjut, Mualim menegaskan bahwa pihaknya akan mengikuti setiap regulasi dan kebijakan yang ditetapkan pemerintah pusat serta maskapai penerbangan.
“Prinsip kami mengikuti keputusan resmi pemerintah. Apa pun kebijakannya nanti, itu yang akan menjadi acuan,” imbuhnya.
Sebelumnya, Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak memastikan seluruh perangkat pelayanan haji 2026 telah dipersiapkan lebih dini. Pemerintah optimistis penyelenggaraan haji 2026 dapat berjalan sesuai jadwal dengan tetap menyiapkan sejumlah skenario antisipatif.
“Kami mempersiapkan seluruh perangkat layanan lebih awal agar penyelenggaraan haji 2026 berjalan optimal. Namun demikian, kami tetap menyiapkan berbagai skenario mitigasi sebagai langkah kehati-hatian,” jelas Dahnil dalam keterangan resminya di Jakarta.
