Belum Ada Evakuasi PMI, PMI yang di Kuwait yang Bukan Terdampak Fisik, tetapi Psikologis

konflik Israel Iran
SELAMAT: KP2MI menegaskan sampai saat ini belum menerima laporan adanya PMI yang menjadi korban fisik akibat eskalasi konflik Israel v Iran. Foto: Disway
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang meningkat tajam mendorong pemerintah menyiapkan langkah kontinjensi untuk melindungi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di wilayah terdampak.

Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) menyatakan telah menyusun sejumlah skenario, mulai dari pengetatan penempatan hingga opsi evakuasi, sembari memastikan pemantauan kondisi PMI dilakukan secara berlapis melalui jalur diplomatik dan koordinasi lintas lembaga.

Menteri KP2MI Mukhtarudin menyampaikan bahwa berbagai langkah antisipasi telah dipersiapkan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian. Ia menjelaskan, penyusunan skenario dilakukan berdasarkan informasi faktual di lapangan serta koordinasi diplomatik, termasuk untuk memastikan keputusan yang diambil tetap terukur dan mengutamakan keselamatan warga negara.

Baca Juga:Telkomsel Hadirkan Posko Siaga di Masjid Raya Attaqwa CirebonKolaborasi Bersama LPM Karya Mulya, Bahagiakan Marbot Musala 

“Kami menyiapkan berbagai skenario, termasuk evakuasi dan pengetatan penempatan. Semua langkah disusun berbasis informasi faktual, koordinasi diplomatik, dan prinsip kehati-hatian,” ujarnya.

Di saat yang sama, KP2MI menegaskan sampai saat ini belum menerima laporan adanya PMI yang menjadi korban fisik akibat eskalasi konflik di kawasan.

“Belum ada laporan juga dari pekerja migran kita yang terdampak secara fisik, yang mungkin harus dievakuasi dan lain-lain,” kata Mukhtarudin di Kantor Kementerian P2MI.

Ia pun menyadari adanya peningkatan eskalasi konflik signifikan di kawasan Timur Tengah.

Khususnya di Iran dan negara-negara tetangga seperti Uni Emirat Arab, Qatar, serta Bahrain, yang merupakan wilayah persebaran pekerja migran Indonesia.

Hingga kini, baik pemerintah negara-negara Timur Tengah maupun KBRI dilaporkan belum mengeluarkan arahan terkait tindakan evakuasi bagi para pekerja migran.

“Alhamdulillah, sampai hari ini belum ada, baik dari pemerintah negara-negara Timur Tengah maupun dari perwakilan kita di KBRI, untuk melakukan tindakan evakuasi. Jadi semuanya masih dalam kontrol pemerintah,” ucap Mukhtarudin.

PMI di Kuwait Terdampak Konflik, KP2MI Langsung Turun Tangan

Baca Juga:Motis bagi Pemudik Lebaran 2026Negara yang Sudah Memiliki MRA, Produk Halal dapat Langsung Masuk ke Indonesia

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, mengungkapkan sejumlah pekerja migran Indonesia (PMI) di Kuwait yang mengalami trauma akibat dampak konflik di sejumlah wilayah Timur Tengah.

“Ada beberapa pekerja migran yang di Kuwait, itu yang bukan dampak fisik, tetapi psikologis. Karena trauma. Traumatik, mungkin ada bom jatuh di dekat apartemennya,” ujarnya.

0 Komentar