RADARCIREBON.ID- Satu lagi korban pengantin pesanan asal Cirebon muncul lewat video. Jika sebelumnya ada Vina dari Desa Gombang, Kecamatan Plumbon, kali ini Sinta dari Desa Japurabakti, Kecamatan Astanajapura. Dua-duanya di China. Jika video Vina muncul pekan lalu dan mendapat respons luas, termasuk dari Gubernur KDM, sementara video Sinta baru muncul kemarin.
Ya, melalui sebuah video, Sinta meminta bantuan agar dapat dipulangkan ke Indonesia. Dalam video yang beredar, Sinta memperkenalkan dirinya dan memohon pertolongan kepada sejumlah pihak agar bisa kembali ke Tanah Air.
“Perkenalkan nama saya Sinta, asal Cirebon. Saya mohon bantuannya kepada Bapak Dian Akhyar SH dan Bapak Muhsin SIP Direktur LBH AMBS Bogor Selatan untuk kepulangan saya ke Indonesia,” kata Sinta dalam video berdurasi 59 detik itu. “Saya adalah korban pengantin pesanan yang satu agensi dengan Mery Aldawiyah, yaitu saudara Iip dan kawan-kawannya. Atas bantuannya saya ucapkan terima kasih,” lanjut Sinta.
Baca Juga:Bupati Ngaku Hanya Jalankan Seremonial, Urusan Birokrasi Diserahkan ke SekdaMain Proyek lewat Keluarga, Bupati Pekalongan Ditahan KPK
Sementara itu, Tenaga Ahli UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) DPPKBP3A Kabupaten Cirebon Wilayah Astanajapura, Nono Wahyono, mengatakan pihaknya mengetahui kasus ini dari jaringan Serikat Buruh Migran. Setelah menerima informasi tersebut, pihaknya langsung menelusuri alamat korban bersama pemerintah desa setempat. “Kami mendapat informasi dari jejaring grup Serikat Buruh Migran. Setelah itu kami menelusuri rumahnya bersama Pemdes Japura Bakti dan mandor untuk mencari tahu kronologinya,” kata Nono, Kamis (5/3/2026).
Dari penelusuran tersebut diketahui, kasus yang dialami Sinta tergolong rumit. Sebab, pihak keluarga sama sekali tidak mengetahui bahwa Sinta menjadi korban pengantin pesanan, bahkan saat proses pernikahan berlangsung. Kata Nono, awalnya, Sinta diketahui bekerja sebagai asisten/pembantu rumah tangga (PRT) di Jakarta dari keluarga China. Setelah beberapa bulan bekerja, majikannya mengajak Sinta jalan-jalan ke Singapura.
“Di sana Sinta dikenalkan dengan seorang warga negara China dan kemudian dinikahkan. Setelah itu dia dibawa ke China. Orang tuanya tidak tahu, bahkan tanpa paspor dan tanpa persetujuan keluarga saat pernikahan berlangsung,” ungkapnya.
