Pemutakhiran DTSEN Kunci Akurasi Bansos dan Program Pemberdayaan

Pemutakhiran DTSEN Kunci Akurasi Bansos
PENTINGNYA DATA: Mensos Saifullah Yusuf mengatakan pemutakhiran DTSEN jadi langkah penting agar bansos dan program pemberdayaan masyarakat dapat berjalan tepat sasaran. Foto: KEMENSOS
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf mengatakan pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) menjadi langkah penting agar bantuan sosial dan program pemberdayaan masyarakat dapat berjalan tepat sasaran.

Pernyataan ini disampaikan dalam acara Kolaborasi Program Prioritas Presiden dalam rangka Membangun Sumber Daya Manusia Menuju Kemandirian Ekonomi di Gedung Swatantra Wibawa Mukti Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

“Saya berharap dengan adanya data yang semakin akurat, data yang semakin real-time, itu bisa membantu, bantuan-bantuan tidak hanya tepat sasaran, tapi lebih dari itu juga memberdayakan,” kata menteri yang akrab disapa Gus Ipul.

Baca Juga:Bupati Ngaku Hanya Jalankan Seremonial, Urusan Birokrasi Diserahkan ke SekdaMain Proyek lewat Keluarga, Bupati Pekalongan Ditahan KPK

Ia menegaskan kualitas data sangat menentukan efektivitas kebijakan pemerintah. Dengan data yang akurat, berbagai program bantuan sosial (bansos) dan pemberdayaan akan efektif dan tepat sasaran.

Pemutakhiran DTSEN merupakan tindak lanjut Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4/2025 yang mengamanatkan pemerintah pusat dan daerah untuk berkoordinasi dan berkolaborasi membantu BPS melakukan pemutakhiran DTSEN.

Dalam kesempatan ini, Gus Ipul mengapresiasi kesiapan Pemkab Bekasi dalam mendukung proses pemutakhiran DTSEN, mulai dari penyediaan sumber daya manusia hingga fasilitas kerja bagi operator data desa.

“Bekasi telah mempersiapkan segala hal yang berkaitan dengan pemutakhiran ini. Mulai dari SDM, operator data desa, atau perangkat seperti laptop yang menunjang kerja operator desa,” katanya.

Sebagai bentuk dukungan, Plt. Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja mengatakan Pemkab Bekasi memberikan dukungan kepada operator Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG) berupa tali asih.

“Dia dapat Rp500 ribu per bulan dibayar per trimester, jadi per tiga bulan. Nanti akan kita tambahkan di triwulan tiga yaitu satu desa satu laptop,” kata Asep.

Menurut Asep, perbedaan jumlah penduduk antar desa menjadi salah satu tantangan dalam pengelolaan data. Karena itu, desa dengan jumlah penduduk besar kemungkinan akan mendapatkan tambahan operator data agar proses pemutakhiran optimal.

Baca Juga:Harap-harap Cemas Pelaksanaan Haji 2026, Kabupaten Cirebon 2.559 Calhaj, Bulan Depan Mulai BerangkatSaat Arus Mudik, Tol Cipali akan Dipantau ETLE Drone

Menanggapi hal itu, Gus Ipul menilai perhatian Pemkab Bekasi merupakan langkah strategis untuk mendorong profesionalitas operator dalam pemutakhiran DTSEN.

“Memang tidak bisa semua sesuai harapan. Tapi paling gak dukungan-dukungan yang terukur itu sangat strategis. Untuk membuat para operator desa ini bekerja lebih profesional,” pungkas Gus Ipul, di laman Kemensos.

0 Komentar