Haryo menambahkan, selain beras, Indonesia juga akan mengimpor komoditi peternakan. Seperti induk ayam dan daging ayam giling yang bernilai puluhan juta dolar. Kebijakan impor tersebut tidak mengorbankan industri domestik.
Selain komoditi-komoditi itu, Indonesia juga akan memfasilitasi aturan komersial impor dari AS selama lima tahun ke depan. Di antaranya 163.000 ton kapas, 3,5 juta ton kedelai, 3,8 juta ton tepung kedelai, dan dua juta ton gandum.
Indonesia juga akan meningkatkan impor apel lebih dari 26.000 ton per tahun, daging sapi 50.000 ton per tahun, dan jeruk 3.000 ton per tahun.
Baca Juga:Masyarakat Tak Perlu Panic Buying, Stok BBM AmanMenlu Iran Bantah Ayatollah Ali Khamenei Tewas, Araghci: Seluruh pejabat tinggi masih hidup
Lalu, jagung lebih dari 100.000 ton per tahun, tepung jagung 150.000 ton per tahun, dan kapas 150.000 ton per tahun. Juga, etanol 1.000 ton per tahun, dan anggur 5.000 ton per tahun.
