RADARCIREBON.ID – Suasana Ramadan di Keramat Talun, makam Mbah Kuwu Sangkan, di Desa Cirebon Girang, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, terasa kusuk dan hangat.
Para peziarah datang silih berganti untuk ziarah pada salah satu situs sejarah penting di Cirebon tersebut.
Keramat Talun dikenal sebagai makam Mbah Kuwu Sangkan atau Pangeran Cakrabuana, tokoh yang diyakini sebagai pendiri Cirebon sekaligus perintis berdirinya keraton. Karena itu, makam ini menjadi salah satu tujuan utama ziarah religi di wilayah Cirebon.
Baca Juga:Ini Dia Hukum Bercumbu di Bulan RamadanMemaknai Kisah Umar bin Khattab untuk Membangun Generasi Emas
Setiap bulan, terutama pada momen-momen tertentu, kawasan ini tidak pernah sepi dari peziarah. Keramaian biasanya meningkat pada malam Jumat Kliwon, malam 1 Suro atau 1 Muharam, serta sepanjang bulan Ramadan.
Letaknya yang tidak jauh dari pusat Kota Cirebon, membuat Keramat Talun kerap menjadi tujuan kedua setelah peziarah mengunjungi makam Sunan Gunung Jati. Banyak rombongan melanjutkan perjalanan spiritual mereka ke tempat ini sebagai penutup rangkaian ziarah.
Memasuki bulan Ramadan, aktivitas ibadah di kompleks makam semakin semarak. Jamaah memanfaatkan suasana religius tersebut untuk memperbanyak amalan.
Juru Kunci Keramat Talun, H Sujai Abdullah mengatakan, kegiatan selama Ramadan tidak jauh berbeda dengan aktivitas di masjid atau musala.
“Di sini ada salat berjamaah, tadarus Alquran, dan pengajian. Memasuki malam ke-20 Ramadan, biasanya mulai ramai karena banyak jamaah yang mengadakan buka puasa bersama,” ujarnya kepada Radar Cirebon, kemarin.
Keramaian semakin terasa pada sepuluh malam terakhir Ramadan nanti. Banyak jamaah memilih beribadah lebih lama di kawasan makam dengan harapan dapat meraih malam Lailatul Qadar.
Pada hari-hari biasa, peziarah umumnya berasal dari warga sekitar Cirebon dan keluarga yang berziarah secara sederhana. Namun suasana berubah saat malam Jumat Kliwon. Pada malam tersebut, peziarah datang dari berbagai daerah. Meski masih didominasi warga Cirebon dan sekitarnya, rombongan dari luar kota juga kerap memadati kompleks makam.
Baca Juga:Pemkab Indramayu dan Kejari Perkuat Sinergi Penanganan Masalah HukumIni Dia Tips Jaga Kesehatan Gigi dan Mulut Saat Puasa
Seusai Salat Tarawih, kegiatan dilanjutkan dengan tahlil berjamaah yang dipimpin langsung oleh juru kunci. Para peziarah duduk melingkar, melantunkan zikir dan doa bersama. Lantunan tahlil menggema di antara bangunan kompleks makam bernuansa arsitektur tradisional Cirebon. Setelah doa bersama, sebagian jamaah melanjutkan dengan tadarus Alquran atau wirid secara pribadi.
