Memaknai Kisah Umar bin Khattab untuk Membangun Generasi Emas

umar bin khattab
BAHAS KISAH KHALIFAH: Kisah Umar bin Khattab disampaikan Dr H May Dedu Lc SH MESy kepada jemaah Salat Zuhur di Masjid Al-Kautsar Balai Kota Cirebon dalam program Ramadan DWP Kota Cirebon–Maratus Sholihah. Foto: APRIDISTA SITI RAMDHANI/RADAR CIREBON
0 Komentar

CIREBON – Banyak pelajaran yang dapat dipetik dari kisah para khalifah terdahulu. Salah satunya adalah kisah pada masa kekhalifahan Umar bin Khattab. Kisah tersebut disampaikan Dr H May Dedu Lc SH MESy kepada jemaah Salat Zuhur di Masjid Al-Kautsar Balai Kota Cirebon, bersama peserta program Ramadan DWP Kota Cirebon–Maratus Sholihah.

Ustaz Yasin, sapaan akrabnya, menceritakan kebiasaan Umar bin Khattab yang kerap berkeliling pada malam hari untuk melihat langsung kondisi rakyatnya. Di Kota Madinah, ia berjalan sendirian menyusuri lorong-lorong guna memastikan keadaan warganya.

Pada suatu malam, Umar mendapati sebuah rumah di sudut kota dan mendengar percakapan antara seorang ibu dan anak perempuannya yang berprofesi sebagai penjual susu. Sang ibu menyuruh anaknya mencampurkan air kedalam susu agar lebih banyak dan berat. Namun, sang anak menolak karena Khalifah telah melarang praktik kecurangan dalam jual beli. Ia juga meyakini bahwa Allah SWT Maha Melihat.

Baca Juga:Jadi Penyumbang Produksi Ikan Terbesar di Jabar, Kabupaten Indramayu Raih PenghargaanBupati Indramayu Lucky Hakim Teken Deklarasi Bersama, Tegaskan Komitmen Dukung Kawasan Rebana

“Mengetahui percakapan tersebut, Khalifah Umar bin Khattab segera kembali ke rumah. Keesokan harinya, ia memanggil anak-anaknya, termasuk Ashim, dan memerintahkannya untuk melamar putri penjual susu tersebut,” ungkapnya.

Ashim kemudian menikahi putri penjual susu itu. Dari pernikahan tersebut, lahirlah Laila binti Ashim. Setelah dewasa, Laila menikah dengan Abdul Aziz. Dari pernikahan itu lahirlah seorang pemimpin besar yang dikenal adil dan bijaksana, yakni Umar bin Abdul Aziz, yang dijuluki sebagai khalifah kelima.

“Dari kisah ini, kita dapat mengambil pesan moral bahwa orang tua memiliki peran penting dalam menentukan pasangan hidup anaknya. Untuk mendapatkan keturunan yang baik, harus diawali dari bibit yang baik. Selain itu, kejujuran adalah sumber dari segala kebaikan,” paparnya.

Ia melanjutkan, untuk melahirkan generasi emas yang berkualitas, orang tua harus selektif dalam memberikan nafkah. Apa yang dikonsumsi akan berpengaruh pada karakter dan perilaku anak. Jika yang diberikan berasal dari sesuatu yang haram, maka hal tersebut dapat berdampak buruk pada tumbuh kembangnya.

“Kita harus berhati-hati dalam bekerja dan dalam menerima hasil pekerjaan,” ujarnya.

0 Komentar