RADARCIREBON.ID – Institut Prima Bangsa (IPB) Cirebon melakukan audiensi sekaligus penjajakan kerja sama dengan Dinas Arsip dan Perpustakaan (Disarpus) Kabupaten Cirebon guna memperkuat budaya literasi serta meningkatkan kompetensi bahasa asing di masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung di Kantor Disarpus Kabupaten Cirebon tersebut, dihadiri Rektor IPB Cirebon, Dr Mahfud MSi MKom bersama sejumlah ketua program studi, di antaranya Prodi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI), Sastra Inggris, dan Sastra Jepang. Dari pihak Disarpus, hadir pimpinan beserta jajaran staf.
Ketua Prodi Pendidikan Bahasa Inggris IPB Cirebon, Virga Putra Darma MPd menjelaskan bahwa kerja sama tersebut difokuskan pada penguatan budaya literasi sekaligus peningkatan kemampuan bahasa asing, khususnya bahasa Inggris dan bahasa Jepang.
Baca Juga:Pesantren Al Hikmah Gelar Diklatsar BSMRAsyrof Ingatkan Pemprov Jabar Ancaman Desa Tanpa Petani
“Fokus utama kerja sama ini adalah penguatan budaya literasi dan peningkatan kompetensi bahasa asing. Ke depan, kegiatan literasi dan edukasi ini juga akan menyasar masyarakat,” ujar Virga.
Dijelaskannya, salah satu bentuk implementasi yang direncanakan adalah pemanfaatan layanan perpustakaan sebagai ruang belajar dan literasi.
Misalnya melalui kegiatan perkuliahan di perpustakaan maupun outing class bagi mahasiswa.
Selain itu, IPB Cirebon bersama Disarpus juga berencana mengadakan pelatihan atau kelas penguatan bahasa asing yang dapat diikuti masyarakat umum, seperti kursus bahasa Inggris dan bahasa Jepang yang dilaksanakan di lingkungan perpustakaan daerah.
Tak hanya itu, kolaborasi tersebut juga akan diwujudkan melalui berbagai kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang melibatkan dosen dan mahasiswa.
Menurut Virga, sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan sumber daya manusia di Kabupaten Cirebon, khususnya dalam membangun masyarakat yang literat dan memiliki kemampuan bahasa asing yang lebih baik.
“Harapan kami, kerja sama ini dapat menjadi langkah konkret dalam meningkatkan budaya literasi masyarakat sekaligus memperkuat kompetensi generasi muda dalam penguasaan bahasa asing,” katanya. (awr/opl)
