RADARCIREBON.ID – Konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel di kawasan Timur Tengah dikhawatirkan berdampak pada melonjaknya harga energi dunia, termasuk berpotensi memengaruhi kondisi energi di Indonesia.
Anggota DPR RI, Dr H E Herman Khaeron MSi, menyampaikan hal tersebut di sela kegiatan buka puasa bersama wartawan di Cirebon, Minggu (8/3/2026).
Ia menegaskan pemerintah harus memastikan kesiapan ketahanan energi nasional, terutama menjelang arus mudik dan balik Idul Fitri 2026.
Baca Juga:Ancam Produksi Padi, Gapoktan Cirebon Gencarkan Pengendalian Serempak Hama TikusPercepat Pembangunan Sekolah Terdampak Bencana
Menurut Herman Khaeron, pemerintah melalui kementerian terkait serta BUMN sektor energi harus memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) tetap aman di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat saat Lebaran. Meski situasi geopolitik di Timur Tengah memicu kenaikan harga minyak dunia, ia memastikan stok BBM dalam negeri masih mencukupi.
Herman, yang akrab disapa Hero, menjelaskan ketahanan energi nasional saat ini diperkirakan berada pada kisaran 21 hari. Oleh karena itu, pemerintah telah melakukan evaluasi bersama PT Pertamina, PLN, serta pihak moda transportasi darat untuk memastikan kesiapan menghadapi lonjakan permintaan.
“Hasil evaluasi menunjukkan bahwa ketersediaan BBM, baik dari sisi stok maupun keterjangkauan harga, masih aman untuk sekitar 21 hari ke depan. Stok tersebut juga akan terus ditambah menyesuaikan dengan kebutuhan saat arus mudik dan balik Lebaran,” kata Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat tersebut.
Meski demikian, Hero tidak menampik bahwa konflik di Timur Tengah berpotensi memengaruhi harga minyak mentah dunia. Kenaikan harga minyak global saat ini dipicu oleh dinamika geopolitik di kawasan tersebut, termasuk potensi gangguan jalur distribusi energi di wilayah Teluk.
Menanggapi situasi tersebut, pemerintah disebut telah menyiapkan sejumlah langkah strategis guna menjaga stabilitas ekonomi dalam negeri.
Terkait ketergantungan impor, Hero menjelaskan sekitar 20 persen pasokan minyak Indonesia berasal dari kawasan Timur Tengah, terutama melalui kerja sama dengan perusahaan energi Arab Saudi, Aramco.
Namun demikian, pemerintah telah menyiapkan alternatif sumber pasokan dari negara lain, termasuk potensi dukungan dari Amerika Serikat untuk menutup kekurangan pasokan.
Baca Juga:Peringati Nuzulul Quran, Bupati Imron Tekankan Kolaborasi Bangun DaerahSMA Al-Azhar 5 Cirebon Gelar Kebas, Santuni Anak Yatim dan Bagikan Takjil
Di sisi lain, DPR RI juga akan meminta pemerintah agar tidak menaikkan harga BBM subsidi dalam waktu dekat. Pemerintah pun memberi sinyal bahwa harga BBM subsidi akan tetap dipertahankan hingga Hari Raya Idul Fitri guna menjaga daya beli masyarakat.
