RADARCIREBON.ID -DPRD Kabupaten Cirebon mendorong pemerintah daerah segera menentukan model pengelolaan sampah yang efektif dan berkelanjutan.
Komisi III menilai, penanganan sampah harus dirancang secara menyeluruh, mulai dari tingkat lingkungan hingga tempat pembuangan akhir (TPA), serta membuka peluang kerja sama dengan pihak swasta.
Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Cirebon, Anton Maulana ST MM menegaskan, pihaknya masih menunggu kajian lebih komprehensif dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Baperida) terkait model pengelolaan sampah yang akan diterapkan di daerah tersebut.
Baca Juga:Ancam Produksi Padi, Gapoktan Cirebon Gencarkan Pengendalian Serempak Hama TikusPercepat Pembangunan Sekolah Terdampak Bencana
Menurut Anton, DPRD membutuhkan gambaran yang jelas mengenai sistem pengelolaan sampah secara menyeluruh, mulai dari tingkat RT/RW, desa, hingga TPA.
“Kami ingin ada gambaran yang jelas, mulai dari pengelolaan di tingkat RT/RW, desa, sampai ke TPA. Termasuk berapa kebutuhan anggaran dan apakah target pengelolaannya bisa tercapai dalam beberapa tahun ke depan,” ujar Anton, kepada Radar Cirebon, Senin (9/3/2026).
Ia juga mendorong pemerintah daerah untuk membuka peluang kerja sama dengan pihak ketiga, khususnya sektor swasta, dalam upaya mengatasi persoalan sampah.
Salah satu opsi yang dinilai layak dipertimbangkan adalah pengolahan sampah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) atau energi listrik.
Menurutnya, kerja sama dengan industri seperti pabrik semen juga bisa menjadi alternatif, termasuk peluang kolaborasi dengan perusahaan seperti Indocement.
Namun, Anton menekankan bahwa kerja sama tersebut harus didukung oleh kelembagaan pengelola yang jelas.
“Kami melihat potensi kerja sama dengan pihak ketiga cukup besar, tetapi tentu harus ada lembaga atau sistem pengelola yang kuat agar programnya berjalan efektif,” katanya.
Baca Juga:Peringati Nuzulul Quran, Bupati Imron Tekankan Kolaborasi Bangun DaerahSMA Al-Azhar 5 Cirebon Gelar Kebas, Santuni Anak Yatim dan Bagikan Takjil
Hal senada disampaikan Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Cirebon, Diah Irwany Indriyati. Ia menilai, idealnya persoalan sampah sudah dapat diselesaikan di tingkat desa sebelum akhirnya dibuang ke TPA.
Diah mengungkapkan, beberapa tahun lalu sejumlah desa bahkan telah menganggarkan alat insinerator untuk pembakaran sampah. Namun dalam praktiknya, program tersebut belum berjalan optimal.
Ia juga mengusulkan agar DPRD bersama Baperida melakukan kunjungan kerja ke daerah yang dinilai berhasil mengelola sampah, seperti Kota Surabaya, yang telah menerapkan pengolahan sampah menjadi energi listrik.
