RADARCIREBON.ID – Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Jawa Barat pada awal tahun 2026 turun drastis.
Salah satu penyebabnya karena sepinya Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Kabupaten Majalengka.
Sepinya wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Jabar, pengaruhnya sangat luas. Yang paling terdampak adalah perekonomian daerah. Terutama pelancong yang berbelanja di beberapa tempat di Kota Bandung.
Baca Juga:Masyarakat Tak Perlu Panic Buying, Stok BBM AmanMenlu Iran Bantah Ayatollah Ali Khamenei Tewas, Araghci: Seluruh pejabat tinggi masih hidup
Laporan terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, jumlah kunjungan wisman pada Januari 2026 tercatat hanya 179 orang. Jumlah ini turun tajam dibandingkan Desember 2025 yang berjumlah 395 kunjungan wisman.
Jika dikalkulasikan secara bulanan, angka tersebut merosot 54,68 persen. Namun demikian secara statistik tahunan hanya turun 24,15 persen dibanding Januari 2025.
Angka-angka tersebut diungkap oleh Kepala BPS Jabar, Margaretha Ari Anggorowati. Dia juga menjelaskan dampak dari turun wisatawan mancanegara tersebut.
Menurutnya, pergerakan wisatawan asing sangat berpengaruh terhadap berbagai sektor ekonomi. Yang paling terdampak adalah sektor perhotelan, transportasi, kuliner, dan jasa wisata.
Yang dia khawatirkan adalah jika jumlah kunjungan tersebut terus menurun. Dampaknya bisa dirasakan oleh pelaku usaha di berbagai destinasi wisata di Jawa Barat.
Dia mengatakan, setelah penutupan penerbangan internasional di Bandara Husein Sastranegara, pergerakan wisatawan asing sangat bergantung pada aktivitas penerbangan di Bandara Kertajati.
Karena itu, lanjutnya, perkembangan jumlah wisatawan yang masuk melalui bandara tersebut menjadi indikator penting untuk melihat kesehatan sektor pariwisata Jawa Barat.
Baca Juga:Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei Dikabarkan Tewas karena Serangan Udara Amerika – IsraelMasjid Sang Cipta Rasa Geger, Ada Jamaah Meninggal saat Khutbah
Para pelaku industri berharap adanya penambahan rute internasional dan promosi wisata yang lebih agresif. Tujuannya agar arus wisatawan asing kembali meningkat dan ekonomi pariwisata daerah bisa kembali bergairah.
