Bentuk Tim Urai hingga Cek Jalur, Untuk Kelancaran Arus Mudik di Cirebon 

Bentuk Tim Urai hingga Cek Jalur
JALUR MUDIK: Sat Lantas Polres Ciko melakukan pengecekan jalur dan memetakan titik-titik rawan kemacetan mulai dari Tengahtani hingga Mundu, kemarin. Foto: Cecep Nacepi/Radar Cirebon
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Persiapan Operasi Ketupat Lodaya 2026 terus dimatangkan oleh Sat Lantas Polres Cirebon Kota (Ciko).

Salah satu kesiapan itu adalah membentik Tim Urai. Beranggotakan 62 polisi, tim ini hadir di lapangan untuk mengurai kemacetan yang terjadi pada masa arus mudik. Tim Urai sendiri ditempatkan di jalur tol maupun arteri.

“Jadi ada sebanyak 62 personel yang ditetapkan sebagai Tim Urai. Mereka dengan 7 unit kendaraan roda empat dan roda dua 21 unit, akan mobile setiap saat untuk mengantisipasi potensi kemacetan saat arus mudik,” ungkap Kasat Lantas Polres Ciko AKP Ridwan Sandhi Maulana, Selasa (10/3/2026).

Baca Juga:Uang Baru Diburu, Cirebon Rp3,89 Triliun, Kepala BI Cirebon: Masyarakat Sangat Antusias Lakukan PenukaranU-Turn dari Tengahtani sampai Mundu Bakal Ditutup, Dilakukan saat Arus Mudik

Persiapan lainnya, pihaknya melakukan pengecekan jalur pantura untuk memastikan kelancaran serta keamanan para pemudik yang akhir pekan ini mulai melintasi wilayah hukum Polres Ciko.

Ridwan mengatakan, pengecekan jalur dilakukan dengan menyusuri jalur pantura mulai dari kawasan Tengahtani hingga Mundu. Pihaknya memetakan kondisi jalur sekaligus mengantisipasi potensi kepadatan lalu lintas yang kerap terjadi saat arus mudik.

Hasil dari pemetaan itu, pihaknya menentukan titik rawan yang berpotensi terjadi kemacetan, sehingga harus mendapat perhatian khusus. Di antaranya, Bunderan Kedawung, Lampu Merah Pemuda, Lampu Merah Kanggraksan, Lampu Merah Terminal, serta Lampu Merah Perumnas.

Untuk mengantisipasi kepadatan di titik-titik tersebut, Sat Lantas Polres Ciko telah menyiapkan sejumlah rekayasa lalu lintas dan cara bertindak di lapangan bila terjadi lonjakan volume kendaraan. Pihaknya akan melakukan pengaturan lalu lintas secara situasional, termasuk rekayasa arus kendaraan.

Selain itu, pihaknya juga menentukan sejumlah titik strategis untuk dipasang rambu-rambu lalu lintas, agar pengendara dapat membaca rambu lalu lintas, lebih tertib, dan lebih mudah memahami jalur di wilayah Kota Cirebon.

ASTRA INFRA ANTISIPASI 6,8 JUTA KENDARAAN Sementara itu, Astra Infra memastikan kesiapannya dalam mendukung arus mudik lebaran Idul Fitri tahun 2026. Perusahaan pengelola Tol Cipali ini memprediksi sekitar 6,8 juta kendaraan akan melintasi ruas tol Astra Infra selama periode tersebut.

Prediksi tersebut meningkat sekitar 2,1 persen dibandingkan volume lalu lintas di 2025. Sebab itu, Astra Infra pun melakukan antisipasi peningkatan tersebut dengan peningkatan infrastruktur jalan, kesiapan sarana dan prasarana, penyiapan petugas, optimalisasi fasilitas rest area, hingga koordinasi dengan berbagai pihak.

0 Komentar