Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 20 Maret, Jika Mengacu KHGT

1 syawal 1447 h
Muhammadiyah telah menetapkan 1 Syawal 1447 H pada 20, Maret 2026 berdasarkan KHGT. Foto: KHGT - radarcirebon.id
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Soal hari raya Idul Fitri 1447 Hijriah masih simpang siur. Ada yang sudah memastikan pada hari Jumat, 20 Maret 2026. Namun ada juga yang memprediksi lebaran tahun ini akan jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.

Yang sudah memastikan 1 Syawal 1447 H atau Idul Fitri jatuh pada Jumat, 20 Maret 2025 adalah ormas Muhammadiyah. Hal itu merujuk kepada keputusan Musyawarah Nasional XXXII Tarjih Muhammadiyah. Keputusan Majelis Trajih itu mengacu pada Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Sebab, mengacu pada kriteria kalender tersebut, 1 Syawal 1447 H ditetapkan pada Jumat Legi, 20 Maret 2026.

Untuk diketahui, KHGT adalah sistem kalender hijriah yang dirancang untuk menyatukan penentuan awal bulan Islam secara global. Dalam sistem ini, bumi dipandang sebagai satu kesatuan matlak sehingga awal bulan berlaku serentak bagi seluruh dunia.

Baca Juga:Masyarakat Tak Perlu Panic Buying, Stok BBM AmanMenlu Iran Bantah Ayatollah Ali Khamenei Tewas, Araghci: Seluruh pejabat tinggi masih hidup

Berdasarkan pendekatan tersebut, maka awal bulan tidak dibatasi oleh wilayah tertentu. Dasarnya adalah terpenuhinya parameter astronomis di salah satu tempat di dunia.

Setidaknya ada 3 kriteria yang digunakan dalam KHGT. Pertama, seluruh dunia dianggap sebagai satu kesatuan matlak sehingga bulan baru dimulai secara bersamaan.

Kemudian yang kedua, bulan baru dimulai apabila sebelum pukul 24.00, UTC (Coordinated Universal Time) atau waktu universal terkoordinasi di suatu tempat di dunia telah terpenuhi parameter elongasi minimal 8 derajat. Dengan tinggi hilal minimal 5 derajat pada saat matahari terbenam.

Ketiga, jika kriteria tersebut baru terpenuhi setelah pukul 24.00 UTC, maka bulan baru tetap dimulai. Syaratnya parameter tersebut terjadi di daratan Benua Amerika dan peristiwa ijtimak berlangsung sebelum fajar di Selandia Baru.

Jika mengacu pada data astronomis menunjukkan bahwa kriteria tersebut telah terpenuhi untuk bulan Syawal 1447 H. Ijtimak terjadi pada Kamis Kliwon, 19 Maret 2026 pukul 01:23:28 UTC.

Ijtimak atau konjungsi geosentris merupakan peristiwa astronomi. Yakni ketika Bumi, Bulan, dan Matahari berada pada posisi bujur langit yang sama. Hal tersebut menandai berakhirnya siklus bulan lama dan dimulainya bulan baru dalam kalender Hijriah.

Setelah ijtimak, posisi bulan terus bergerak menjauhi matahari hingga memenuhi parameter visibilitas yang disyaratkan.

Baca Juga:Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei Dikabarkan Tewas karena Serangan Udara Amerika – IsraelMasjid Sang Cipta Rasa Geger, Ada Jamaah Meninggal saat Khutbah

Lokasi pertama yang memenuhi parameter tersebut berada pada koordinat 64° 59′ 57.47″ LU dan 42° 3′ 3.47″ BT. Di lokasi ini, matahari terbenam pada pukul 18:12:15 waktu setempat atau 15:24:03 UTC.

0 Komentar