Wawali Dorong Anak Muda Ambil Peran Nyata dalam Pembangunan

Yayasan KolaborAksi Kebaikan Indonesia
SOFT LAUNCHING: Wakil Walikota Siti Farida Rosmawati, saat menghadiri soft launching Yayasan KolaborAksi Kebaikan Indonesia di Aula RRI Cirebon, Minggu (22/2/2026). FOTO: ABDULLAH/RADAR CIREBON
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Anak muda harus memiliki peran nyata dalam pembangunan. Hal tersebut disampaikan Wakil Walikota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, saat menghadiri soft launching Yayasan KolaborAksi Kebaikan Indonesia di Aula RRI Cirebon.

Ia mengapresiasi kehadiran yayasan tersebut karena dinilai dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam membantu menyelesaikan berbagai persoalan kemanusiaan.

Perempuan yang akrab disapa Rida itu menilai yayasan memiliki peran penting dalam mengisi celah yang belum sepenuhnya terjangkau program pemerintah melalui fleksibilitas serta inovasi gerakan sosialnya.

Baca Juga:Jalan Rusak di Kompleks Pemkab Cirebon Dibiarkan, Ancam Keselamatan PengendaraLebaran 1447 H Berpotensi Kembali Tidak Serempak

Menurutnya, keberadaan Yayasan KolaborAksi Kebaikan Indonesia mampu bergerak lebih cepat dan lincah menyentuh persoalan sosial yang membutuhkan respons segera serta pendekatan yang lebih personal.

Rida juga menegaskan bahwa tantangan zaman saat ini semakin kompleks sehingga tidak dapat diselesaikan dengan cara-cara konvensional maupun kerja parsial dalam sekat organisasi yang kaku. Karena itu, transformasi Kolaborator Kebaikan ID (KKID) menjadi yayasan berbadan hukum dinilai sebagai langkah visioner.

“Semangat berbagi yang sebelumnya bersifat organik kini naik kelas menjadi gerakan yang lebih terorganisir, akuntabel, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Ia pun berpesan kepada founder KKID beserta seluruh tim agar terus merangkul lebih banyak pihak. Menurutnya, esensi kebaikan bersifat eksponensial, yakni semakin besar ketika dibagikan dan semakin kuat jika dilakukan secara kolektif.

“Pemerintah Kota Cirebon berkomitmen membuka ruang kolaborasi bagi inisiatif anak muda yang membawa semangat pembaruan seperti ini,” tuturnya.

Sementara itu, Founder dan CEO Kolaborator Kebaikan ID, Omar Qad Panity, menceritakan perjalanan emosional komunitas tersebut yang berawal dari gerakan mahasiswa hingga kini menjadi lembaga formal berbadan hukum.

Ia mengaku tidak pernah membayangkan komunitas yang dirintis bersama rekan-rekannya semasa kuliah dapat berkembang sejauh ini. Menurutnya, mahasiswa tidak boleh hanya berada di ruang akademik, tetapi juga harus berani terjun langsung memberikan kontribusi kepada masyarakat.

Baca Juga:PMI Indramayu Dipulangkan dari Oman, KemenP2MI Tindak Dugaan Perekrutan Ilegal Pekerja Migran Indonesia HET MinyaKita Rp15.700 Harus Dipatuhi, di Lapangan Banyak yang Dijual Rp19.000

“Kami saling bersinergi dalam satu visi, yakni menebar kebaikan. Tagline kami jelas, ‘Kini Saatnya Kolaborasi, Kini Waktunya Tebar Kebaikan’,” ungkap Omar.

Ia menambahkan, status sebagai yayasan menjadi tanggung jawab baru untuk memperluas manfaat tanpa membatasi golongan tertentu, dengan menyesuaikan kebutuhan riil masyarakat serta ketersediaan mitra.

0 Komentar