Kondisi ini membuat sebagian pembeli mulai memilih membeli lebih awal sebelum harga melonjak lebih tinggi. Meski demikian, pedagang menyebut permintaan biasanya tetap tinggi menjelang hari raya meskipun harga mahal. “Kalau mau beli mending sekarang, sebelum naik lagi. Tapi biasanya kalau sudah Lebaran ya tetap dibeli walau mahal,” ujarnya.
Selain bumbu dapur, harga komoditas lain juga menunjukkan kenaikan. Berdasarkan data harga rata-rata di Kota Cirebon per Jumat (13/3/2026), harga daging ayam broiler berada di angka Rp42 ribu per kilogram. Harga tersebut naik dibandingkan sebelumnya yang berada di kisaran Rp39.500 per kilogram.
Kenaikan harga sejumlah bahan pangan ini menjadi tren tahunan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN). Permintaan masyarakat yang meningkat untuk kebutuhan Ramadan dan Idulfitri biasanya mendorong harga sejumlah komoditas, terutama bumbu dapur dan protein hewani, bergerak naik di pasar tradisional.
Baca Juga:Gus Yaqut Ditahan KPK, Tersangka Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024Arus Mudik Bergerak, Hari Ini Mulai Mengalir di Jalur Pantura Cirebon, Petugas Sudah Siaga di Pos
Pedagang ayam potong di pasar tradisional menyebut kenaikan harga ayam mulai terjadi sejak awal Ramadan. Permintaan masyarakat meningkat untuk kebutuhan rumah tangga maupun usaha kuliner.
Salah satu pedagang ayam potong mengaku harga dari pemasok juga ikut naik sehingga berdampak pada harga jual di tingkat pasar. “Sekarang jualnya sekitar Rp42 ribu per kilo. Dari sananya juga sudah naik,” ujarnya.
Kenaikan harga ayam ini mulai dirasakan pembeli. Sejumlah warga mengaku harus menyesuaikan belanja dapur agar pengeluaran tidak terlalu membengkak.
Salah satu warga, Wiwin, mengatakan harga sejumlah bahan dapur memang mulai naik dibandingkan beberapa minggu sebelumnya.
Meski demikian, kebutuhan tetap harus dipenuhi untuk memasak di rumah selama Ramadan. “Sekarang belanja memang terasa naik. Tapi tetap harus beli karena buat kebutuhan sehari-hari,” katanya kepada Radar Cirebon, kemarin. (*)
