RADARCIREBON.ID -Warga Desa Dompyong, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon meluapkan kekecewaan terhadap kondisi ruas jalan Dompyong-Karangwangun yang rusak parah.
Sebagai bentuk protes atas lambannya perbaikan, warga menanam pohon pisang di sejumlah lubang besar di tengah jalan.
Aksi tersebut dilakukan karena kerusakan jalan dinilai sudah sangat membahayakan para pengguna jalan.
Baca Juga:Wawali Dorong Anak Muda Ambil Peran Nyata dalam PembangunanPemkab Cirebon Berhasil Pulangkan Korban Dugaan TPPO dari China
Banyaknya lubang besar membuat pengendara harus ekstra hati-hati saat melintas di jalur tersebut.
Salah seorang warga Desa Dompyong, Abdul Hamid mengatakan, kondisi jalan saat ini sangat memprihatinkan. Menurutnya, lubang-lubang besar yang tersebar di sepanjang ruas jalan berpotensi menyebabkan kecelakaan.
“Jalannya sudah sangat parah, lubangnya banyak dan besar-besar. Ini sangat membahayakan pengguna jalan,” kata Abdul Hamid.
Ia mengungkapkan, kecelakaan akibat jalan rusak di lokasi tersebut sudah pernah terjadi. Bahkan, saudaranya sempat terjatuh karena roda kendaraannya terperosok ke dalam lubang.
“Saudara saya pernah jatuh karena roda motor masuk ke lubang yang cukup besar,” ujarnya.
Menurut Abdul Hamid, warga merasa kecewa karena kerusakan jalan tersebut tidak kunjung mendapat penanganan.
Oleh karena itu, warga berinisiatif menanam pohon pisang di lubang jalan sebagai penanda sekaligus bentuk protes agar pemerintah segera melakukan perbaikan.
Baca Juga:Forum Anak Kota Cirebon Beri Masukan untuk Program MBG, Bisa Jadi Solusi untuk Masalah GiziBatik Trusmi Dikunjungi Menteri Pariwisata, Bupati Imron Dorong Penguatan Pariwisata Cirebon
Sementara itu, warga lainnya, Hauzan, menyebut kerusakan ruas jalan Dompyong-Karangwangun sebenarnya sudah berlangsung cukup lama.
Ia mengatakan, terakhir kali jalan tersebut diperbaiki pada tahun 2018. Setelah itu, kondisi jalan terus mengalami kerusakan tanpa adanya perbaikan berarti.
“Kerusakan jalan ini sudah lama. Terakhir diperbaiki tahun 2018, setelah itu belum ada perbaikan lagi,” katanya.
Warga berharap, pemerintah daerah segera turun tangan memperbaiki ruas jalan tersebut agar tidak terus membahayakan masyarakat yang melintas setiap hari.
“Kami mendesak pemerintah daerah melalui dinas terkait untuk segera memperbaiki jalan ini, agar tidak membahayakan mayarakat,” pungkasnya. (den)
