“Alhamdulillah, pada asesmen kedua orang tua Sinta sepakat menyerahkan pendampingan kepada kami dari dinas. Kami juga akhirnya mendapatkan berkas terkait keberadaan Sinta di China,” ungkap Nono.
Dari informasi yang diperoleh, kondisi Sinta saat ini cukup memprihatinkan. Secara psikologis, ia mengalami tekanan berat dan ingin segera pulang ke Indonesia.
“Secara psikis kondisinya sangat terganggu. Dari komunikasi yang ada, dia ingin pulang dan mengaku sering dikurung di dalam kamar oleh suaminya serta tidak diberi kebebasan,” jelasnya.
Baca Juga:Wawali Dorong Anak Muda Ambil Peran Nyata dalam PembangunanPemkab Cirebon Berhasil Pulangkan Korban Dugaan TPPO dari China
Nono juga mengungkapkan bahwa komunikasi dengan Sinta sempat terjalin melalui pesan WhatsApp. Dalam pesan tersebut, Sinta meminta bantuan agar bisa dipulangkan ke Indonesia.
“Dia sendiri yang menghubungi saya melalui chat dan meminta tolong agar dibantu pulang. Saya juga tidak tahu dia mendapatkan nomor saya dari siapa, tetapi itu tidak menjadi masalah,” katanya.
Saat ini, DPPKBP3A Kabupaten Cirebon masih terus berkoordinasi dengan UPT PPA Provinsi Jawa Barat guna menentukan langkah penanganan lanjutan. (sam)
