RADARCIREBON.ID – Pertamina melakukan pertemuan awal dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon untuk membahas rencana pembangunan fasilitas energi di wilayah Kabupaten Cirebon, beberapa waktu lalu.
Pertemuan ini menjadi tahap awal koordinasi sebelum rencana proyek tersebut direalisasikan.
Wakil Bupati Cirebon, H Agus Kurniawan Budiman mengatakan, pemerintah daerah pada prinsipnya terbuka terhadap rencana investasi tersebut.
Baca Juga:Wawali Dorong Anak Muda Ambil Peran Nyata dalam PembangunanPemkab Cirebon Berhasil Pulangkan Korban Dugaan TPPO dari China
Namun, seluruh tahapan pembangunan tetap harus melalui kajian serta mengikuti ketentuan dan regulasi yang berlaku.
Menurut pria yang akrab disapa Jigus itu, rencana pembangunan fasilitas energi tersebut berada di wilayah barat Kabupaten Cirebon, meliputi Kecamatan Susukan, Kaliwedi, dan Arjawinangun.
“Kami menyambut baik rencana ini. Namun tentu harus melalui kajian terlebih dahulu dan dilaksanakan sesuai dengan regulasi yang ada,” ujarnya.
Dijelaskan Jigus, sebelum proyek dijalankan, pemerintah daerah akan menurunkan tim untuk melakukan survei lapangan.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan rencana pembangunan tidak bertentangan dengan aturan, terutama terkait pemanfaatan lahan.
Selain itu, Pemkab Cirebon juga akan mengkaji kemungkinan adanya alih fungsi lahan yang saat ini masuk dalam kawasan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).
Agus menegaskan, lahan yang telah ditetapkan sebagai LP2B harus tetap dijaga keberadaannya.
Baca Juga:Forum Anak Kota Cirebon Beri Masukan untuk Program MBG, Bisa Jadi Solusi untuk Masalah GiziBatik Trusmi Dikunjungi Menteri Pariwisata, Bupati Imron Dorong Penguatan Pariwisata Cirebon
Sementara itu, General Manager Pertamina, Wajiru Lutfi mengatakan, kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya mempererat hubungan dengan pemerintah daerah sekaligus menyampaikan rencana pengembangan fasilitas perusahaan di wilayah Cirebon dan Indramayu.
“Kami bersilaturahmi dengan pemerintah daerah sekaligus menjelaskan rencana pembangunan beberapa fasilitas kami di wilayah ini,” katanya.
Ditambahkan Lutfi, pada tahap awal ini Pertamina bersama pemerintah daerah akan membentuk tim untuk melakukan asesmen terhadap rencana pembangunan tersebut. Tim tersebut nantinya akan mengevaluasi berbagai aspek teknis maupun administratif sebelum proyek dilaksanakan.
Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah penggunaan lahan yang sebagian berada di kawasan LP2B.
Karena itu, Pertamina menegaskan akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar seluruh proses berjalan sesuai dengan aturan.
“Kami akan terus meminta arahan dari pemerintah daerah karena sebagian lahan yang digunakan berada di kawasan LP2B,” ujarnya.
