IPB Cirebon Buka Program Magister Pendidikan Dasar Pertama di Cirebon

IPB Cirebon
RESMI DIBUKA: Kepala LLDIKTI Wilayah IV Jawa Barat dan Banten Dr Lukman ST MHum menyerahkan surat keputusan (SK) prodi baru Magister Pendidikan Dasar secara daring kepada pihak IPB Cirebon, kemarin. FOTO: KHOIRUL ANWARUDIN/RADAR CIREBON
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Institut Prima Bangsa (IPB) Cirebon terus berinovasi dengan menghadirkan program studi baru yang relevan dengan kebutuhan dunia pendidikan.

Mulai tahun akademik ini, IPB Cirebon membuka Program Studi (Prodi) Magister Pendidikan Dasar (S2).

Kehadiran prodi baru tersebut ditandai dengan penyerahan surat keputusan (SK) oleh Kepala LLDIKTI Wilayah IV Jawa Barat dan Banten secara daring kepada pihak IPB Cirebon, Senin (16/3/2026).

Baca Juga:SDN Kebon Baru 4 Berbagi SembakoSkenario Hadapi Harga Minyak Dunia, Terburuk, Ambil Langkah Penyesuaian Fiskal Hingga Efisiensi Belanja Negara

Wakil Rektor Bidang Akademik IPB Cirebon, Metta Mariam SKom MPd mengatakan, penambahan prodi baru ini akan melengkapi enam program studi yang sudah ada sebelumnya, yaitu Sastra Inggris, Sastra Jepang, Pendidikan Bahasa Inggris (PBI), Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer (PTIK), serta Bisnis dan Manajemen Ritel (BMR).

Menurutnya, kehadiran Prodi Magister Pendidikan Dasar akan semakin memperkuat peran IPB Cirebon dalam pengembangan pendidikan, khususnya di jenjang sekolah dasar.

“Dengan hadirnya Prodi Magister Pendidikan Dasar ini, IPB Cirebon ingin memberikan kesempatan lebih luas bagi para guru sekolah dasar maupun lulusan sarjana yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang S2,” ujarnya.

Metta menjelaskan, program tersebut sudah mulai dibuka untuk pendaftaran mahasiswa baru dan direncanakan mulai melaksanakan perkuliahan pada semester ganjil tahun akademik ini.

Prodi Magister Pendidikan Dasar di IPB Cirebon juga menjadi yang pertama dan satu-satunya di Cirebon.

Ia menambahkan, sebagai kampus berbasis digital, IPB Cirebon merancang sistem pembelajaran yang fleksibel dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Hal ini dinilai sangat cocok bagi para guru yang ingin melanjutkan studi tanpa harus meninggalkan aktivitas mengajar.

Baca Juga:Pemkab Cirebon Berupaya Pulangkan Sinta, Korban Dugaan Pengantin Pesanan di ChinaJalan Dompyong – Karangwangun Rusak Parah Sejak 2018, Warga Tanam Pohon Pisang 

Selain itu, mahasiswa juga akan dibekali kemampuan penelitian di bidang pendidikan dasar sehingga mampu menghasilkan inovasi pembelajaran yang dapat diterapkan langsung di lingkungan sekolah.

“Kami siap menerima calon-calon mahasiswa baru, baik dari guru-guru sekolah dasar yang mau melanjutkan pendidikan S2, maupun lulusan-lulusan sarjana pendidikan dasar mulai pada semester ganjil nanti,” pungkasnya. (awr/opl)

0 Komentar