Pedagang Wardak Siap Layani Pemudik di Jalur Pantura 

warung dadakan
SAMBUT PEMUDIK: Pedagang warung dadakan siap menyambut pemudik yang melintas di Jalur Pantura, kemarin. FOTO: KHOIRUL ANWARUDIN/RADAR CIREBON
0 Komentar

RADARCIREBON.ID -Sejumlah warung dadakan mulai bermunculan di sepanjang jalur Pantura Kabupaten Cirebon menjelang arus mudik Lebaran 2026.

Keberadaan warung tersebut menjadi pemandangan rutin setiap tahun, sekaligus dimanfaatkan warga untuk meraup rezeki dari para pemudik yang melintas.

Salah satu warung dadakan (wardak) terlihat di jalur Pantura wilayah Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon.

Baca Juga:SDN Kebon Baru 4 Berbagi SembakoSkenario Hadapi Harga Minyak Dunia, Terburuk, Ambil Langkah Penyesuaian Fiskal Hingga Efisiensi Belanja Negara

Warung tersebut dikelola oleh Santi, warga Desa Marikangen, yang sudah membuka lapak dagangannya sejak Minggu (15/3/2026).

Perempuan itu mengaku sengaja membuka warung lebih awal untuk menyambut para pemudik yang mulai melintas menuju kampung halaman menjelang Hari Raya Idulfitri yang tahun ini jatuh pada 21 Maret 2026.

“Saya sudah mulai jualan dari Minggu kemarin. Biasanya memang mulai ramai menjelang Lebaran,” ujar Santi saat ditemui di lapaknya, Senin (16/3/2026).

Santi mengatakan, usaha warung dadakan ini bukan hal baru baginya. Ia sudah berjualan setiap musim mudik selama empat tahun terakhir di lokasi yang sama.

Di warung sederhana tersebut, Santi menjual berbagai kebutuhan pemudik seperti kopi, minuman rasa, rokok hingga mi instan. Selain itu, ia juga menyediakan tempat bagi pemudik yang ingin beristirahat sejenak setelah menempuh perjalanan jauh.

Menurutnya, banyak pemudik yang berhenti di warungnya setelah menempuh perjalanan sekitar tiga hingga empat jam dari wilayah Jabodetabek.

“Biasanya mereka mampir untuk istirahat sebentar, minum kopi atau makan mi instan sebelum lanjut perjalanan,” katanya.

Baca Juga:Pemkab Cirebon Berupaya Pulangkan Sinta, Korban Dugaan Pengantin Pesanan di ChinaJalan Dompyong – Karangwangun Rusak Parah Sejak 2018, Warga Tanam Pohon Pisang 

Santi menuturkan, keramaian pemudik biasanya mencapai puncaknya pada H-3 hingga H-1 Lebaran.

Sementara saat ini, jumlah pemudik yang melintas mulai meningkat meski belum seramai biasanya.

“Sekarang sudah mulai ada yang mampir, tapi belum terlalu ramai. Biasanya paling ramai itu H-3 sampai H-1,” ujarnya.

Ia menambahkan, waktu yang paling ramai biasanya terjadi pada malam hingga pagi hari. Sementara pada siang hari, jumlah pemudik yang berhenti relatif lebih sedikit.

Santi pun berharap, arus mudik tahun ini lebih ramai dibandingkan tahun-tahun sebelumnya sehingga dapat meningkatkan penghasilannya dari berjualan di jalur Pantura tersebut.

Di sisi lain, meski belakangan hujan kerap turun di wilayah Cirebon, Santi mengaku, kondisi tersebut tidak menjadi kendala bagi usahanya. Bahkan, saat hujan turun justru banyak pemudik yang berhenti untuk meneduh.

0 Komentar