RADARCIREBON.ID — Libur Hari Raya Idul Fitri tak hanya identik dengan tradisi silaturahmi, tetapi juga menjadi puncak lonjakan kunjungan wisata.
Kabupaten Majalengka mencatat lebih dari 100.642 wisatawan memadati berbagai destinasi pada Lebaran 2025, menjadikannya salah satu periode tersibuk sektor pariwisata di daerah tersebut.
Menghadapi potensi peningkatan kunjungan pada Lebaran 2026, Pemerintah Kabupaten Majalengka melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) mulai menyiapkan langkah-langkah strategis guna memastikan keamanan, kenyamanan, serta kelancaran aktivitas wisata.
Baca Juga:Ajak ASN di Kota Cirebon Tunaikan Zakat di Bulan RamadanKAI Daop 3 Cirebon Tambah Palang Pintu Menjadi 4 Sisi di JPL 200 Krucuk untuk Tingkatkan Keselamatan Perlintas
Kepala Disparbud Majalengka, Rachmat Kartono, mengatakan pihaknya telah melakukan konsolidasi internal sebagai langkah awal dalam menyambut musim libur panjang tersebut.
“Ada beberapa langkah yang kami siapkan setelah konsolidasi internal Disparbud untuk menghadapi libur Idul Fitri,” ujarnya.
Salah satu langkah utama adalah menerbitkan surat edaran dan imbauan kepada para pengelola Objek Daya Tarik Wisata (ODTW) yang terdata di Disparbud.
Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari arahan pemerintah pusat, sekaligus pengingat agar pengelola tetap menerapkan prinsip Sapta Pesona pariwisata.
Selain itu, aspek mitigasi juga menjadi perhatian utama, terutama karena sebagian besar destinasi wisata di Majalengka berbasis alam dan air yang memiliki potensi risiko kebencanaan.
“Hal ini untuk mengingatkan para pengelola ODTW tentang pentingnya menjaga standar pelayanan, termasuk keamanan dan mitigasi bencana,” kata Rachmat.
Langkah berikutnya adalah penugasan seluruh bidang di lingkungan Disparbud untuk melakukan monitoring secara menyeluruh. Pemantauan dilakukan sejak sebelum masa liburan, selama periode libur Lebaran, hingga setelahnya.
Baca Juga:Grage Group Ajak Anak Yatim dan Abang Becak Nikmati Fasilitas MalHijabers Serenity Ride Satukan Pecinta Scoopy di Cirebon
Setiap tim memiliki tanggung jawab untuk memberikan laporan kondisi di lapangan sebagai bahan evaluasi. Dengan pola ini, pemerintah daerah berharap dapat merespons cepat berbagai potensi kendala yang muncul.
Disparbud juga menyiapkan sistem pemantauan data kunjungan wisatawan yang terintegrasi dengan pemerintah provinsi. Data tersebut akan menjadi laporan rutin sekaligus dasar dalam menyusun kebijakan pengembangan sektor pariwisata ke depan.
Tidak hanya dari sisi pengawasan, upaya promosi juga terus diperkuat. Disparbud menyiapkan tim kreatif untuk menyusun strategi konten hingga akhir bulan, dengan tujuan menarik minat wisatawan, khususnya para pemudik yang pulang ke kampung halaman.
