Pedagang Dadakan di Jalur Mudik Pantura Cirebon, Dapat Berkah dari Pemudik

pedagang di jalur mudik
Suasana arus mudik di Jalur Pantura Cirebon. Foto: Seno - radarcirebon.id
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Pedagang dadakan di Jalur Pantura Cirebon mendapatkan berkah dari padatnya lalu lintas mudik.

Salah satunya Anton, pedagang tahu gejrot yang berjualan di area SPBU Kebarepan, Kecamatan Depok, Kabupaten Cirebon. Lokasi tersebut menjadi tempat istirahat favorit bagi pemudik yang melintas di jalur Pantura.

Anton mengaku momen mudik selalu membawa berkah bagi usahanya. Pada hari-hari pertama Ramadan, penjualan tahu gejrot justru cenderung sepi. Namun kondisi berubah drastis saat arus mudik mulai meningkat.

Baca Juga:Resmi Rilis Maret 2026 di Netflix, Live-Action One Piece Melanjutkan Arc Dari Musim SebelumnyaDestinasi Wisata Libur Lebaran di Majalengka, Simak Rekomendasi Berikut Ini

Banyak pemudik yang berhenti sejenak untuk beristirahat di SPBU tersebut. Sebagian dari mereka mencari camilan atau makanan ringan. Tahu gejrot menjadi salah satu pilihan. “Pembelinya kebanyakan pemudik yang lagi istirahat,” kata Anton.

Ia menyebut penjualan bisa meningkat berkali-kali lipat dibanding hari biasa. Dalam sehari, Anton bisa menghabiskan ratusan potong tahu. Bumbu khas tahu gejrot yang pedas dan segar menjadi daya tarik tersendiri bagi para pemudik.

Menurut Anton, banyak pembeli yang mengaku sengaja mencari tahu gejrot saat melintas di Cirebon. “Tahu gejrot memang identik dengan Cirebon,” ujarnya.

Kuliner Cirebon Juga Dapat Berkah

Sementara itu, Owner Empal Gentong Hj Dian, H Bastoni, mengatakan Ramadan hingga Idul Fitri merupakan periode paling ramai bagi usaha kuliner miliknya.

Pada hari biasa, rumah makan tersebut rata-rata melayani sekitar 200 porsi empal gentong per hari.

Namun saat Ramadan, jumlah itu bisa meningkat hingga dua kali lipat. Konsumennya berasal dari berbagai kalangan.

Mulai dari warga lokal hingga pemudik yang melintas di jalur Pantura. “Kebanyakan yang datang pemudik dan warga sekitar yang buka puasa bersama,” kata Bastoni kepada Radar Cirebon.

Baca Juga:Masyarakat Tak Perlu Panic Buying, Stok BBM AmanMenlu Iran Bantah Ayatollah Ali Khamenei Tewas, Araghci: Seluruh pejabat tinggi masih hidup

Menurut Bastoni, puncak keramaian justru terjadi setelah hari raya Idul Fitri. Pada periode H+1 hingga arus balik Lebaran, jumlah pengunjung bisa meningkat drastis. Ia memperkirakan penjualan empal gentong pada hari itu bisa mencapai lima kali lipat dibanding hari biasa.

Jumlahnya pun bisa menembus sekitar 1.000 porsi per hari. “Tapi masih ramai saat H+1 Idulfitri sampai arus balik selesai. Karena orang banyak bersilaturahmi dengan keluarga dan mencari makanan di luar,” jelasnya.

0 Komentar