Aksi Para Pembenci Prabowo, Sengaja Karang Cerita, Pancing Kemarahan Rakyat

nanik s deyang aceh
Ada ungkapan menarik dari Wakil Badan Gizi Nasional (BGN), Naniek Sudaryati Deyang. Foto: Nanik S Deyang/Ig - radarcirebon.id
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Ada aksi semacam “paradigma baru” para pembenci Presiden Prabowo. Mereka seperti sengaja mengarang cerita agar rakyat membenci pemerintah.

Pernyataan tersebut datang dari Naniek Sudaryati Deyang, orang dekat Presiden Prabowo Subianto.

“Itulah ‘paradigma baru’ para aktivis dan oknum-oknum anti pemerintah saat ini,” tulis Deyang dalam unggahan di media sosial Facebook, baru-baru ini.

Baca Juga:Resmi Rilis Maret 2026 di Netflix, Live-Action One Piece Melanjutkan Arc Dari Musim SebelumnyaDestinasi Wisata Libur Lebaran di Majalengka, Simak Rekomendasi Berikut Ini

Menurut, salah satu komisaris Pertamina ini, kritik-kritik yang mereka lontarkan bagaikan lapisan-lapisan asap tipis yang tak berisi. Isu dan opini kritik banyak dipaksakan dan nyaris tidak punya konteks sama sekali.

“Yang mereka lakukan bagaikan mengarang cerita agar rakyat membenci pemerintah,” sebut sosok yang menjabat sebagai Wakil Ketua Badan Gizi (BGN) ini.

Deyang telah memperhatikan sejak awal, misalnya gerakan “Indonesia Gelap”. Gerakan ini lahir dari perlawanan terhadap kebijakan efisiensi.

Pemerintah, katanya, dituduh akan menghilangkan kesempatan berkuliah atas belasan ribu mahasiswa. Padahal faktanya justru sebaliknya. Jumlah mahasiswa penerima KIP Kuliah tahun 2025 meningkat dari tahun 2024. Di tahun 2026 kembali meningkat melebihi tahun 2025.

Lalu, lanjut Deyang, program Makan Bergizi Gratis (MBG). Akhir-akhir ini marak penolakan terhadap program MBG di media sosial. Misalnya tuduhan “meracuni anak-anak”.

Tuduhan itu, tandasnya, sangat tidak pantas dan tidak punya landasan logis. Selain itu juga tidak memiliki argumentasi maupun fakta.

“Kenapa harus mahal-mahal dan dengan biaya rutin untuk meracuni anak-anak? Cukup adakan Vaksin atau Imunisasi yang jauh lebih murah dan efektif,” sebut Deyang menirukan ungkapan para pengritik.

Baca Juga:Masyarakat Tak Perlu Panic Buying, Stok BBM AmanMenlu Iran Bantah Ayatollah Ali Khamenei Tewas, Araghci: Seluruh pejabat tinggi masih hidup

Bahkan, ungkap Deyang ada yang menuduh MBG sebagai alat korupsi. Para pengritik dinilai lupa bahwa 𝙋𝙧𝙚𝙨𝙞𝙙𝙚𝙣 𝙋𝙧𝙖𝙗𝙤𝙬𝙤 𝙨𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙩𝙚𝙧𝙗𝙪𝙠𝙩𝙞 𝙨𝙖𝙣𝙜𝙖𝙩 𝙖𝙣𝙩𝙞 𝙠𝙤𝙧𝙪𝙥𝙨𝙞.

Dan lagi, jelasnya, kejahatan korupsi di negara ini sudah menjadi budaya yang sedang diperangi oleh pemerintah. Dulu, hampir setiap atau semua proyek hampir selalu dikorupsi.

Apakah karena ulah koruptor lalu MBG harus dihentikan? Deyang menyebut sama dengan memenangkan koruptor atas negara. Seolah menciptakan pola pemberantasan korupsi cara baru dengan menghentikan semua program pemerintah.

“Atau sama dengan menghentikan kanker dengan membunuh penderitanya,” begitu wanita asal Madiun ini mengibaratkan.

0 Komentar