Seribuan Warga Cirebon Shalat Id di Kompleks Perguruan Muhammadiyah Jalan Tuparev

salat id muhammadiyah.jpg
Jamaah tampak memadati memadati lokasi Shalat Idulfitri di kawasan Jl Tuparev 70, kompleks perguruan Muhammadiyah, Jumat (20/3). foto: Asep N
0 Komentar

CIREBON – Seribuan warga Muhammadiyah memadati lokasi pelaksanaan Shalat Idulfitri di kawasan Jl Tuparev 70, kompleks perguruan Muhammadiyah, Cirebon, Jumat (20/3/2026) pagi. Sejak pukul 06.00 WIB, jamaah sudah tampak berdatangan dan memenuhi lapangan mini soccer yang berada di belakang kampus setempat.

Pelaksanaan Shalat Id dimulai pada pukul 06.30 WIB dalam suasana tertib dan khidmat. Jamaah yang hadir tidak hanya berasal dari lingkungan sekitar, tetapi juga dari sejumlah wilayah lain di Kota dan Kabupaten Cirebon. Kepadatan jamaah membuat panitia harus mengatur saf hingga ke area luar lapangan.

Bertindak sebagai imam sekaligus khotib adalah Prof Dr KH Hajam MAg, yang dikenal sebagai Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan di UIN SSC Cirebon. Dalam khutbahnya, ia mengangkat tema “Spirit Ramadan dan Idulfitri untuk Menahan Diri, Menuhankan, dan Memanusiakan”.

Baca Juga:Band Asal Cirebon Timur Rilis Lagu Religi “Terpeluk Sunyi”, Angkat Kreativitas Syair Taubat yang MenyentuhSekjen SMSI Makali Kumar Beri Motivasi Saat Buka Puasa Bersama Wartawan Junti Indramayu

Ia menekankan bahwa Ramadan bukan sekadar ritual tahunan, melainkan momentum pembentukan karakter. Menurutnya, kemampuan menahan diri dari hawa nafsu selama sebulan penuh harus berlanjut dalam kehidupan sosial setelah Idulfitri. “Kemenangan sejati adalah ketika manusia mampu menempatkan Tuhan sebagai pusat kehidupan dan memuliakan sesama,” ujarnya di hadapan jamaah.

Selain itu, ia juga mengajak umat Islam untuk menjadikan Idulfitri sebagai titik awal memperkuat kepedulian sosial. Spirit memanusiakan, kata dia, harus tercermin dalam sikap saling membantu, menjaga persaudaraan, serta membangun harmoni di tengah keberagaman masyarakat.

Pelaksanaan Shalat Id berlangsung lancar hingga selesai. Seusai ibadah, jamaah tampak saling bersalaman dan bermaafan, menandai kebersamaan yang erat di lingkungan Muhammadiyah setempat. Momentum ini sekaligus menjadi simbol kebangkitan spiritual dan sosial warga setelah menjalani ibadah Ramadan.

0 Komentar