RADARCIREBON.ID – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengikuti salat id perdana di Gedung Sate, Sabtu, 21, Maret 2026.
Kehadiran KDM -sapaan akrab Dedi Mulyadi- disambut antusias warga yang mengikuti Salat Idul Fitri di lokasi.
Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan juga hadir mengikuti salat id. Suasana khusyuk dan penuh kekhidmatan menyelimuti jalannya ibadah.
Baca Juga:Tol Layang MBZ Paling Horor, Tak Siap Hadapi MudikResmi Rilis Maret 2026 di Netflix, Live-Action One Piece Melanjutkan Arc Dari Musim Sebelumnya
Pelaksanaan Salat Id di Gedung Sate merupakan sesuatu yang baru. Sebab, biasanya dilaksanakan di Lapangan Gasibu.
Hal tersebut yang turut memantik antusias warga di Kota Bandung untuk hadir di gedung yang menjadi ikon Provinsi Jawa Barat tersebut.
Bagi sebagian warga, pengalaman ini menjadi momen yang tak terlupakan. Salah satunya Reza Muawfid (35), warga Bandung yang mengaku senang bisa melaksanakan salat Id bersama keluarga di Gedung Sate.
Ia mengaku awalnya mengira salat akan digelar seperti biasa di Lapangan Gasibu, namun ternyata lokasi dipindahkan ke Gedung Sate.
“Biasanya kami salat di Gasibu, tapi tahun ini di Gedung Sate. Ini pengalaman baru dan cukup berkesan bagi saya dan keluarga,” ujarnya dilansir dari JPNN.com.
Meski begitu, Reza memilih untuk tidak mengikuti agenda lanjutan berupa open house di Gedung Pakuan.
Ia lebih memilih pulang untuk berkumpul bersama keluarga dan merayakan hari kemenangan dengan suasana hangat.
Baca Juga:Destinasi Wisata Libur Lebaran di Majalengka, Simak Rekomendasi Berikut IniMasyarakat Tak Perlu Panic Buying, Stok BBM Aman
“Setelah ini langsung pulang, kumpul keluarga dan saling memaafkan,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Dedi Mulyadi menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Jawa Barat di momen Idulfitri.
Ia mengapresiasi warga yang telah menjaga situasi tetap kondusif sehingga perayaan lebaran berjalan aman dan tertib.
Menurutnya, Idul Fitri bukan hanya tentang kebahagiaan, tetapi juga refleksi diri.
Ia menyinggung bahwa di balik kegembiraan, terdapat perasaan haru, penyesalan atas kesalahan, serta kerinduan kepada keluarga yang telah tiada atau yang berada jauh.
“Lebaran ini penuh kebahagiaan, tapi juga ada air mata. Kita ingat kesalahan kita, ingat keluarga yang sudah tidak ada, dan yang jauh,” ucapnya.
Dedi juga secara terbuka mengakui bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan pemerintah.
